Di hadapan pendukungnya, calon gubernur Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menceritakan pertemuan dengan anak berusia empat tahun penderita leukimia bernama Sabina.
Ahok mengatakan, Sabina sangat mengagumi dirinya walaupun telah menderita leukimia. Ia yakin, jika Sabina bahagia, bocah empat tahun itu akan lebih semangat dalam menjalani kehidupan. Itu sebabnya kemarin dia menyambangi kediaman orang tua Sabina di BSD, Tangerang Selatan.
"Saya pikir, pasti keluarga ini ngarep bener (saya datang). Saya berpikir kalau saya datang ke rumahnya pasti senang banget," ujar Ahok di acara bedah buku berjudul A Man Called #AHOK: Sepenggal Kisah Perjuangan dan Ketulusan di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2017).
Mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, kebahagiaan seseorang tidak bisa dihitung nominalnya dengan uang. "Kalau muka senang nggak bisa dibayar pakai duit," kata Ahok.
Ahok mengatakan rela meluangkan waktu kampanye untuk bertemu dengan Sabina. Walaupun orang tua Sabina bukan warga Jakarta atau tak memiliki hak suara di Pilkada Jakarta 2017, tak menyurutkan niat Ahok berkunjung.
"Saya harus kampanye, lagi pilkada kemarin. (Orangtuanya) KTP Bekasi, masak Ahok kampanye ke Tangsel," kata Ahok.
Untuk diketahui, Sabina sangat mengidolakan Ahok dan ingin bertemu dengannya. Sayangnya, gara-gara penyakit yang dideritanya, Bina-begitu dia akrab disapa, tak bisa bertemu dengan Ahok karena dilarang berada di tempat keramaian.
Orang tua Bina, Sando dan Leyti pun akhirnya berinisiatif mengundang Ahok ke kediamannya di BSD, Tangerang Selatan. Pertemuan hangat ini berlangsung sekitar 30 menit.
Dalam video yang telah beredar di sosial media, Ahok yang mengenakan pakaian kemeja lengan panjang ini terlihat asik berbincang dengan Bina. Dia juga tak malu bicara dengan Ahok sambil duduk dipangku di sebuah tempat makan.
Baca Juga: Ini Doa Sabina, Bocah Pengidap Leukimia, buat Ahok
Terakhir, Sabina mendoakan pasangan Djarot Saiful Hidayat di Pilkada Jakarta 2017 ini. "Doain Om Ahok ya, semoga Om Ahok kuat, jadi Sabina bisa kuat juga," kata Sabina.
Setelah Sabina berdoa, orangtua Sabina dan sejumlah orang yang ada di lokasi juga sama-sama mengucapkan Amin.
Kemudian, Ahok pun mendoakan Bina untuk selalu kuat dalam perjuangan. Untuk keluarga dan orang tua Bina, Ahok berharap mereka selalu memberikan support untuk Bina.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439