Suara.com - Calon gubernur Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan calon wakil gubernur Jakarta satu Sylviana Murni saling mengkritik di acara debat kandidat, malam ini.
Mereka adu kritik setelah Ahok menjawab pertanyaan calon gubernur nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono tentang koefisiensi bangunan dan pendapatan pemerintah yang masuk ke APBD.
Ahok menceritakan bahwa dia sangat paham tentang pembuatan undang-undang diskresi. Dia menegaskan bahwa semua kontribusi tambahan masuk ke APBD.
"Ini sangat jelas, tetap didasarkan good government," kata Ahok.
Sylviana kemudian menanggapi dengan terlebih dahulu menjelaskan bahwa dirinya sangat paham tentang keuangan negara. Dia mengatakan semua pendapatan pemerintah harus masuk ke APBD dan tentu saja harus disepakati antara gubernur dan DPRD.
Sylviana kemudian mengkritik hubungan pemerintah Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok dan DPRD DKI yang tidak harmonis.
Jika hubungan kedua lembaga tidak harmonis, bagaimana DPRD mengetahui semuanya.
Sylviana menekankan bahwa harus ada harmonisasi antara pemerintah dan DPRD sehingga proses keuangan berjalan baik.
"Ini sudah tidak boleh lagi. Ini harus dipertanggungjawabkan. DPRD harus tahu. Jadi, bukan one man show," kata dia.
Ahok tertawa mendengar kritikan Sylviana Murni sebagai sesama orang yang pernah duduk di birokrasi.
Ahok menekankan bahwa jika apa yang dilakukan pemerintahannya selama ini salah, terutama tentang azas diskresi kerelaan, tentu ada temuan pelanggaran hukum. Ahok kemudian menjelaskan bahwa tidak ada UU yang dilanggar.
"Mungkin Bu Sylvi salah satu yang belum pelajari UU tadi," kata dia.
Berita Terkait
-
Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan