News / Nasional
Kamis, 02 Februari 2017 | 16:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menghadiri rapat pleno ke-14 Dewan Pertimbangan MUI di Jakarta, Rabu (18/1) [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto enggan menanggapi Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan dan Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Teddy Lhaksmana yang menyambangi rumah Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin di Koja, Jakarta Utara, Rabu (1/2/2017) malam.

"Hari ini soal meeting," ujar Wiranto yang langsung berjalan menuju pintu keluar usai menghadiri Pertemuan The 3rd Indonesia - Australia Ministerial Council Meeting on Law and Security di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

"Tanya Pak Luhut," kata Wiranto singkat.

Sebelumnya, Ketua MUI Ma'ruf Amin mengatakan usai pertemuan, bahwa kedatangan ketiga pemimpin hanya untuk silahturahmi. Dalam pertemuan tadi membicarakan situasi keamanan di Jakarta.

Ma'ruf menyampaikan pesan Luhut agar tokoh ulama turut membantu menjaga situasi keamanan. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama berharap pertemuan ini tidak dihubung-hubungkan dengan polemik dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Seperti diketahui, setelah Ma'ruf menjadi saksi perkara dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian pada Rabu (31/1/2017) muncul berbagai spekulasi. Ma'ruf diberitakan media akan dilaporkan Ahok dan pengacara ke polisi.

Belakangan, Ahok dan pengacara mengklarifikasi bahwa maksud Ahok bukan mempolisikan Ma'ruf, tetapi saksi pelapor yang memberikan kesaksian tak jujur di pengadilan.

Gara-gara itu, Ahok dikecam sana-sini. Ahok dianggap tak menghormati ulama.

Spekulasi juga muncul setelah muncul pertanyaan pengacara Ahok kepada Ma'ruf tentang apakah ada telepon dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kepada Ma'ruf Amin yang intinya untuk mengatur pertemuan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di kantor PBNU dan meminta Ma'ruf untuk membuat pendapat dan sikap keagamaan MUI bahwa Ahok menghina ulama dan Al Quran.

Load More