News / Nasional
Kamis, 02 Februari 2017 | 14:47 WIB
Presiden Republik Indonesia Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/2).

Suara.com - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Masinton Pasaribu mempertanyakan soal pernyataan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono yang tiba-tiba merasa disadap. Bukan hanya merasa disadap, Masinton juga mempertanyakan pernyataan Yudhoyono yang mengkritik kinerja intelijen.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat ini menilai Yudhoyono terlalu terbawa perasaan atau bahasa kekiniannya "Baper", atas apa yang terjadi saat ini.‎ Masinton pun menyayangkan sikap Baper dalam berpolitik ini dimunculkan Yudhoyono ke publik.


"Ini pernyataan-pernyataan yang sudah dua kali beliau mengadakan konfrensi pers itu dan semua tidak tahu ke mana yang dimaksud sadap itu, beliau juga tidak mejelaskan siapa yang menyadap itu. Nah jadi ini kalau menurut saya adalah bentuk diri terlalu bawa perasaan dan politik Baper ini menurut saya tidak etik dibawa ke publik, karena apaapa bawa perasaan,"‎ kata Masinton di DPR, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Di sisi lain, Masinton juga menganggap Yudhoyono ‎penuh dengan drama dalam menghadapi persoalan yang dialaminya saat ini. Drama ini, kata Masinton, dimulai dengan membentuk opini seakan-akan, Yudhoyono merupakan korban dari fitnah.

"Terus juga, seakan-akan disadap dan kemudian ini juga bentuk politiknya semacam dramatisasi. Korban fitnah. Ada dramatisasi seakan-akan sebagai korban fitnah dan juga sesungguhnya tidak etis disampaikan presiden ke enam seharusnya bangsa ini diberi tenang tidak dikisruhkan dengan isu isu yang menurut saya pribadi isunya sangat pribadi dan privat," ucapnya.‎

Load More