Anggota tim advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kapitra Ampera [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Anggota tim advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kapitra Ampera menyebut jumlah perbuatan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang seharusnya dijadikan bukti di persidangan untuk memenjarakan Ahok atas perkara dugaan penistaan agama.
"Ada 34 perbuatan Ahok yang sangat menohok berdasarkan link yang saya dapat. Tetapi sampai saat ini dia belum dipenjara," ujar Kapitra dalam diskusi bertajuk Akankah Ahok Dipenjara di gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).
Menurut pengacara yang mendampingi pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab, Ahok kerap menyalahkan orang lain ketika menghadapi kasus, misalnya kasus dugaan korupsi pembelian sebagian tanah untuk Rumah Sakit Sumber Waras.
"Ketika BPK audit keuangan Ahok di Sumber Waras, BPK yang salah. Ketika Gamawan Fauzi memberikan teguran sebagai pembina kepala daerah dan pegawai negeri sipil, yang salah Gamawan, ketika dia bicara PSK prostitusi, yang salah Ali Sadikin," katanya.
Menurut dia Ahok juga kerap menyalahkan warga atas permasalahan yang terjadi di Jakarta, misalnya kasus kebakaran rumah penduduk dan banjir.
Saking geregetan dengan Ahok, Kapitra menyindir Ahok seakan kebal terhadap hukum.
"Pasar Gembrong terbakar, yang salah rakyat, Jakarta banjir, Ahok salahkan wali kota Depok. Apa yang bisa hukum Ahok ini cuma Tuhan?" kata dia.
"Ada 34 perbuatan Ahok yang sangat menohok berdasarkan link yang saya dapat. Tetapi sampai saat ini dia belum dipenjara," ujar Kapitra dalam diskusi bertajuk Akankah Ahok Dipenjara di gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).
Menurut pengacara yang mendampingi pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab, Ahok kerap menyalahkan orang lain ketika menghadapi kasus, misalnya kasus dugaan korupsi pembelian sebagian tanah untuk Rumah Sakit Sumber Waras.
"Ketika BPK audit keuangan Ahok di Sumber Waras, BPK yang salah. Ketika Gamawan Fauzi memberikan teguran sebagai pembina kepala daerah dan pegawai negeri sipil, yang salah Gamawan, ketika dia bicara PSK prostitusi, yang salah Ali Sadikin," katanya.
Menurut dia Ahok juga kerap menyalahkan warga atas permasalahan yang terjadi di Jakarta, misalnya kasus kebakaran rumah penduduk dan banjir.
Saking geregetan dengan Ahok, Kapitra menyindir Ahok seakan kebal terhadap hukum.
"Pasar Gembrong terbakar, yang salah rakyat, Jakarta banjir, Ahok salahkan wali kota Depok. Apa yang bisa hukum Ahok ini cuma Tuhan?" kata dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Kasus Mens Rea: Pandji Pragiwaksono Temui Pelapor di Polda Metro Jaya, Ini Hasil Pertemuannya
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti
-
Prabowo Tiba di Gorontalo, Langsung Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan
-
ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga
-
KPK Bantah Open Donasi Anak Yatim, Poster Berlogo Lembaga Disebar ke Grup WhatsApp
-
Berkunjung ke Miangas, Prabowo Beri Bantuan Kapal Ikan, Starlink hingga Handphone
-
Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur
-
Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara
-
Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan
-
Prabowo Janji Renovasi Puskesmas dan Sekolah di Miangas
-
Ada Semangat dan Kehidupan Baru dari Balik Pintu Huntara