Suara.com - Mantan presiden yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun Twitter resminya menyebut pemberian grasi oleh Presiden Joko Widodo kepada mantan Ketua KPK Antasari Azhar bermuatan politik dan memiliki misi untuk menyerang Yudhoyono. Pernyataan tersebut menyusul Antasari yang menduga Yudhoyono menjadi inisiator kasus pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, yang menjerat Antasari.
Terkait pernyataan Yudhoyono yang mengarah ke Istana, juru bicara Presiden Johan Budi SP menyatakan Istana tak ada sangkut pautnya dengan masalah Antasari.
"Itu urusan pribadi Pak Antasari sendiri. Apa yang dibicarakan Pak Antasari terkait dengan perjalanan masa lalunya, itu urusan pribadi. Jangan dikait-kaitkan dengan Presiden," kata Johan kepada wartawan di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/2/2017).
Presiden Jokowi mengabulkan grasi kepada Antasari pada Rabu (25/1/2017), kata Johan, telah seusai ketentuan undang-undang dan tentu saja berdasarkan masukan dari Mahkamah Agung.
"Jadi tidak ada kaitannya sama sekali pemberian grasi itu dengan apa yang Pak Antasari lakukan secara pribadi (membeberkan keterlibatan SBY). Dan suara yang dilakukan Pak Antasari ini bukan hari ini saja, sejak dulu kan dia selalu menyuarakan bahwa dia mengalami perlakuan yang tidak fair, bahasa yang digunakan dia dikriminalisasi. Jadi itu urusan pribadi Pak Antasari sendiri, jangan dibawa-bawa ke sini, sama sekali tidak ada hubungannya grasi dengan itu," kata Johan.
Sehari setelah grasi dikabulkan, Kamis (26/1/2017), Antasari bertemu Jokowi di Istana untuk menyampaikan terima kasih. Ketika ditanya apakah pertemuan kala itu, Antasari menyebut-nyebut nama Yudhoyono dalam kasus pembunuhan Nasrudin, Johan menjawab diplomatis.
"Silakan tanya pada Pak Antasari, kenapa dia baru menyebut sekarang. Saya sudah bilang tidak ada kaitannya dengan grasi," ujar dia.
Johan mempertanyakan sikap SBY yang terkesan menuding Presiden memberikan grasi Antasari karena kepentingan politik.
"Yang memandang politis siapa, tanya Pak SBY kenapa memandang politis," tutur dia.
Sebelumnya, SBY lewat Twitter mengatakan sudah menduga grasi yang diberikan Presiden Jokowi kepada Antasari punya latar belakang politik.
"Yg saya perkirakan terjadi. Nampaknya grasi kpd Antasari punya motif politik & ada misi utk serang & diskreditkan saya (SBY) *SBY*" tulis Yudhoyono.
Kasus Antasari muncul di tengah penanganan kasus Aulia Pohan.
Aulia Pohan merupakan ayah dari Annisa Pohan -- istri calon gubernur Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono. Aulia ditangkap KPK pada tahun 2009 terkait kasus aliran dana Bank Indonesia.
Aulia Pohan divonis di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan hukuman 4,5 tahun. Namun, Mahkamah Agung kemudian meringankan hukuman mantan Deputi Gubernur BI itu menjadi tiga tahun.
Aulia dianggap bersalah karena menyetujui pengambilan uang Rp100 miliar dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia lewat Rapat Dewan Gubernur BI. Selain Aulia, tiga pejabat BI lainnya juga disangkakan hal yang sama.
Nasrudin meninggal secara tragis pada 15 Maret 2009. Dia ditembak di kawasan Tangerang, Banten.
Pada bulan Mei 2009, Antasari ditangkap.
Kasus tersebut membuat Antasari berhenti dari pimpinan KPK.
Dia divonis 18 tahun penjara pada tahun 2010. Namun, setelah menjalani dua per tiga masa hukuman, Antasari bebas bersyarat.Antasari kemudian dinyatakan bebas murni setelah mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo.
Kini, Antasari kembali berjuang untuk mengungkap kasusnya. Dia merasa menjadi korban kriminalisasi.
Berita Terkait
-
Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wapres ke Istana Malam Ini, Jokowi Hadir
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
SBY: Sinyal Perang Dunia Ketiga Menguat, Indonesia Harus Siaga Tempur!
-
Misteri di Balik Jas Hitam Jokowi di India: Bawa Jas, Kenapa Tangan Kiri Tertutup?
-
Asal Mula Lahirnya 'Tembok Ratapan Solo' di Rumah Jokowi: Keisengan Digital atau Kritik Satir?
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
Terkini
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi
-
KPK Ungkap OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Outsourcing di Sejumlah Dinas
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
-
Prabowo Kumpulkan Jokowi, SBY hingga Para Mantan Wapres di Istana Merdeka Malam Ini
-
KPK Sita Kendaraan dan Barang Bukti Elektronik di OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
-
Di Depan Anies Baswedan, Pramono Anung Pastikan Jembatan Penghubung JIS-Ancol Diresmikan Mei
-
LBH Makassar: Dugaan Penembakan Polisi yang Tewaskan Remaja di Makassar Bukan Insiden Biasa
-
Sediakan 6 Teleskop, Planetarium Jakarta Ajak Warga Amati Gerhana Bulan Total
-
Megawati Kirim Surat Duka Cita untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Soroti Serangan Militer AS-Israel
-
HNW Minta Prabowo Ingatkan Donald Trump: Jika Serius dengan BoP, Hentikan Perang