Suara.com - Kepolisian Diraja Malaysia menemukan sejumlah barang merek kenamaan dan berharga mahal di kamar hotel yang disewa Siti Aisyah, warga negara Indonesia (WNI) tersangka pembunuh Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un.
Laman media daring Malaysia, The Star, Jumat (17/2/2017), melaporkan aparat kepolisian menggerebek kamar hotel Aisyah di daerah Ampang, Kuala Lumpur, Kamis (16/2).
"Kamarnya berada di lantai tiga. Aisyah diketahui menempati kamar itu sendirian, setelah melakukan pembunuhan di Bandara Kuala lumpur. Saat digeledah, ditemukan banyak mata uang asing, termasuk uang tunai 100 Dolar AS," tutur sumber kepolisian kepada The Star.
Selain uang, polisi juga menemukan dua telepon seluler (ponsel). Satu ponsel berisi kartu operator lokal. Sementara ponsel lainnya tak ada kartu operator.
"Polisi juga menemukan sejumlah barang merek mewah, yakni dompet Louis Vuitton, syal, kaca mata Ray-Ban, dan sepatu Charles and Keith," ungkapnya.
Sumber The Star itu juga mengungkapkan, polisi mampu menemukan kamar hotel tersebut setelah terlebih dulu menangkap pria berwarga negara Malaysia, Muhammad Farid Jalaluddin (26).
Farid adalah kekasih wanita asal Serang,Indonesia tersebut. Kepada polisi, Farid mengakui Aisyah sebelumnya tinggal bersama satu wanita asal Vietnam bernama Thi Huong yang juga tersangka pembunuh Jong Nam, di sebuah hotel Bandar Baru, Salak Tinggi.
Setelah Thi Huong ditangkap, Rabu (15/2), Farid lantas memindahkan Aisyah ke hotel daerah Ampang, Kuala Lumpur.
"Menurut Farid, Aisyah rencananya akan kembali ke indonesia kalau situasi telah aman. Farid sendiri sudah dinyatakan polisi tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut," tandasnya.
Baca Juga: Ini Rumah Siti Aisyah yang Diduga Dipakai Agen Bunuh Kim Jong Nam
Berita Terkait
-
Kemenlu Sulit Temui WNI Terduga Pembunuh Saudara Pemimpin Korut
-
Ini Rumah Siti Aisyah yang Diduga Dipakai Agen Bunuh Kim Jong Nam
-
Aishah Kemungkinan Dipakai Agen Rahasia untuk Bunuh Kim Jong Nam
-
Kim Jong Nam Dibunuh, DPR Cari Tahu Apakah Aishah Dipakai Agen
-
Migrant CARE Minta Indonesia Lindungi WNI Pembunuh Kim Jong-Nam
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional