Suara.com - Pihak kepolisian mengimbau agar massa aksi 212 Jilid II yang akan menggelar unjuk rasa di gedung DPR RI, pada hari ini, Selasa (21/2/2016) untuk mentaati aturan yang berlaku.
Polisi juga akan membatasi para pendemo untuk bisa menemui anggota dewan menyampaikan tuntutannya mendesak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diberhentikan karena telah menyandang status terdakwa kasus penodaan agama. Bahkan, para pendemo tidak diizinkan untuk menginap di gedung DPR.
"DPR nggak boleh menginap. Jam 18.00 WIB (harus) selesai," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono.
Menurut Argo, pihaknya telah menyiapkan pasukan untuk mengawal selama berlangsungnya demo yang digalang Forum Umat Islam. Namun, Argo enggan menjelaskan dengan rinci mengenai total personel polisi yang dikerahkan untuk mengamankan aksi tersebut.
"Personil cukup untuk amankan aksi 212," katanya.
Sebelumnya, Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana menegaskan melarang massa pendemo melarang pendemo melewati gerbang DPR. Polisi, kata dia, akan menertibkan demonstran yang tidak taat aturan.
"Pada prinsipnya kan DPR lambang negara. Polisi tidak akan memberikan izin dan melakukan tindakan tegas itu kan tidak benar dan melanggar aturan," kata Suntana di Polda Metro Jaya, Senin (20/2/2017) kemarin.
Suntana tidak mau berspekulasi apakah motif gelaran demonstrasi itu berkaitan dengan Pilkada Jakarta atau tidak. Dia menyerahkan penilaian tersebut kepada masyarakat.
"Saya belum bisa mengatakan itu biar masyarakat menilai. Kan setiap aksi ada isunya yang diminta dan dituntut. Masyarakat bisa menilai apakah ada pengaruh politik atau tidak. Pada prinsipnya polisi sesuai tugasnya melayani aksi unjuk rasa agar nyaman, menjaga agar tidak memprovokasi dan terprovokasi. Kami minta juga aksi damai dan tidak berbuat anarkis termasuk menduduki gedung DPR," kata dia.
Baca Juga: FUI Seleksi Orator Demo Anti Ahok Agar Tak Keceplosan Pilkada
Dia berharap aksi nanti bisa berlangsung kondusif. Sebab, FUI sudah berkomitmen untuk menjaga ketertiban.
"Doakan saja karena masyarakat umum melihat dan meminta aksi ini damai. Polisi hanya melayani mereka agar damai," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri