Suara.com - Indonesia mengklaim memberikan bantuan hukum yang layak ke tersangka pembunuh kakak tiri pemimpin Korea Kim Jong Un, Kim Jong Nam, Siti Aisyah di Malaysia. Kementerian Luar Negeri yang mengawasi perjalanan hukum ini.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto menjelaskan pemerintah juga mengawal agar Aisyah mendapatkan pendampingan hukum yang layak sebagai WNI.
"Pemerintah berikan bantuan hukum. Upaya kami melalui Kemlu yang sudah saya pantau bagaimana Siti Aisyah mendapatkan perlakuan hukum yang layak. Itu yang dapat dilakukan," kata Wiranto kepada wartawan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/3/2017).
Indonesia tidak bisa mengintervensi proses hukum terhadap Aisyah di Malaysia. Penanganan kasus ini menjadi kewenangan atau yurisdiksi hukum di Malaysia.
"Tetapi bagaimana pun juga prinsip untuk melindungi segenap WNI itu diutamakan, di mana saja WNI kita lindungi," ujar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kim Jong Nam meninggal setelah disergap dua perempuan yang terindentifikasi sebagai Siti Aisyah dan perempuan asal Vietnam, Doan Thi Hong (29). Kakak tiri pemimpin Korut itu dibunuh dengan racun tetrodotoksin.
Selain menangkap kedua perempuan, polisi Malaysia juga menangkap Muhammad Farid bin Jalaluddin, warga Malaysia, pacar Siti Aisyah. Saat ini Aisyah berada di penjara Selangor. KBRI di Malaysia saat ini sedang mengupayakan pendampingan terhadap Aisyah.
Berbagai spekulasi muncul setelah kasus tersebut menyeruak. Komisi I DPR RI akan meminta penjelasan Badan Intelijen Negara untuk memastikan kebenaran isu Aisyah dimanfaatkan agen rahasia untuk membunuh Kim Jong Nam.
Baca Juga: Kim Jong Un Susul Jenazah Kakaknya di Malaysia? Ini Kata Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura
-
Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen