Suara.com - Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan tidak ada dokumen atau barang apapun yang disita oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK datang ke Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Pusat gedung Papua, Senin (6/3/2017) siang tadi.
Penyidik KPK hanya meminta Ditjen Bea Cukai mengirimkan data importir.
"Nggak ada dokumen yang diambil. Iya hanya koordinasi. Pengumpulan data Importir dan kita nanti menyampaikan kepada penyidik KPK," kata Heru di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Pusat gedung Papua, di Jalan Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (6/3/2017).
Di mana penyidik KPK terus mengusut kasus yang menyangkut mantan ketua Mahkamah konstitusi Patrialis Akbar yang diduga menerima hadiah dalam bentuk mata uang asing sebesar 20 ribu dolar AS dan 200 ribu dolar Singapura (sekitar Rp2,1 miliar) dari Direktur Utama PT Sumber Laut Perkasa dan PT Impexindo Pratama Basuki Hariman agar permohonan uji materil Perkara No 129/PUU-XIII/2015 tentang UU Nomor 41 Tahun 2014 Peternakan Dan Kesehatan Hewan agar dikabulkan MK.
Menurut Heru, Gedung Papua, bea cukai dipakai oleh penyidik KPK untuk mengumpulkan sejumlah dokumen - dokumen dalam kasus tersebut.
"Jadi itu ruangan rapat yang dipakai sebagai sentra dari pada pengumpulan berkas - berkas tadi (dokumen). Karena itu ada di beberapa tempat ya . Ada di tanjung priuk dan Marunda (gudang). Ini kita akan lakukan identifikasi dimana lagi kantor - kantor dimana dokumen itu. kita akan kumpulkan. Ya ini seperti poskonya ya saya kira itu," ujar Heru.
"Artinya dokumen kita nanti serahkan, kita berikan beberapa data importir. Kemudian kita lakukan pengumpulan," Heru menambahkan.
Sebelumnya, diketahui penyidik KPK saat meninggalkan Gedung Bea Cukai membawa satu buah koper berwarna hitam. Itu diduga membawa sejumlah beberapa bukti sitaan. Namun hal itu telah dibantah oleh, Direktorat Jenderal Bea cukai tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi
-
BNI Hadirkan Agen46 di Jalur Mudik, Permudah Transaksi Pemudik
-
Sentil Pejabat Daerah, Prabowo: Saya Presiden Pakai Mobil Rp1 Miliar, Gubernur Beli Rp8 Miliar
-
Tak Penuhi Standar, Presiden Prabowo Tangguhkan 1.030 Dapur Makan Bergizi Gratis
-
Lepas 1.431 Pekerja Panasonic dalam Program Mudik, Menaker Minta Perusahaan Manusiakan Pekerjanya
-
Libur Panjang, Posko THR Kemnaker Tetap Siaga Tangani Aduan Pekerja
-
Jemaah Muhammadiyah Padati Menteng Raya Tunaikan Salat Idulfitri 1447 H
-
Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus
-
Gedung Putih Tak Pasang Target Akhiri Perang Iran, Minta Dana Tambahan Rp3.394 Triliun
-
Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Dibangun Dengan Kepedulian