Suara.com - Tiga pegawai negeri sipil (PNS) dan dua pegawai honorarium Dinas Kebersihan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap aparat kepolisian karena tepergok berjudi di rumah kepala dinas mereka.
Penangkapan itu diungkapkan Polda NTT saat merilis sejumlah tersangka kasus perjudian selama periode Februari-Maret 2017, di Mapolda, Selasa (7/3).
"Mereka ditangkap saat sedang bermain judi kartu remi di rumah milik Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang Obed Dominggus R Kadji," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT Komisaris Besar Yudi Sinlaeloe, seperti dilansir Antara, Selasa (7/3) siang.
Ketiga PNS yang ditangkap itu ialah PDF (48), HDC (48), dan REJSF (48. Sementara dua pegawai honorarium yang dibekuk adalah YM (48) serta NFB (48).
Selain menangkap kelima tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 52 lembar kartu remi serta uang tunai sebanyak Rp 667.000.
"Kami juga telah memanggil Kadis Kebersihan Obed Dominggus dan telah memeriksanya. Semua pegawai itu disangkakan melanggar pasal 303 KUHP tentang perjudian,” terangnya.
Berita Terkait
-
Menunggu Pembeli, Perempuan Penjual Toto Gelap Diringkus
-
PNS di Kota Kecil Ini Diizinkan Berhubungan Intim saat Jam Kerja
-
Kapolri: 36 KTP Palsu Asal Kamboja Digunakan untuk 'Judi Online'
-
940 Verifikator Jamkesmas Minta Diangkat Menjadi CPNS
-
Kemenkeu Tegaskan Pegawainya yang Mau Gabung ISIS Sudah Mundur
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan