Suara.com - Ratusan aparat keamanan gabungan memperketat pengamanan di kawasan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menjelang keberangkatan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz al-Saud menuju Jepang.
Petugas kepolisian dan TNI bersiaga di sejumlah titik di Jalan By Pass Ngurah Rai Kuta dan Nusa Dua, sekitar kawasan Tol Bali Mandara hingga bundaran Taman Ngurah Rai. Sejumlah petugas gabungan dari kepolisian, TNI dan Satpol PP juga terlihat di sekitar Patung Kuda bandara dan di sekitar pintu masuk kargo internasional.
Sementara di kawasan Base Ops Pangkalan TNI AU Ngurah Rai pengamanan semakin ketat dengan banyaknya petugas dari Angkatan Udara RI bersenjata lengkap, TNI dan Polri bersiaga.
Selama berlibur di Bali sebanyak 2.500 aparat gabungan dari TNI Polri dan pemerintah daerah termasuk pecalang atau petugas keamanan adat dikerahkan untuk pengamanan sang raja.
Ratusan mobil mewah jenis Mercedes dan Alphard yang mengangkut tim pendahulu Kerajaan Arab Saudi satu per satu mulai memasuki pintu gerbang utama Base Ops Lanud Ngurah Rai.
Rencananya, Raja Salman akan masuk melalui pintu sebelah barat Base Ops Lanud Ngurah Rai atau yang selama ini digunakan sebagai pintu darurat. Pintu itu juga digunakan sebelumnya oleh Raja Salman dan rombongan saat tiba di Bali.
Lahan parkir khusus motor yang persis berada di samping pintu keluar masuk khusus Raja Salman dikosongkan sejak 4 Maret 2017.
Raja Salman dijadwalkan terbang sekitar pukul 11.00 WITA menumpangi pesawat Kerajaan Saudi Arabia SVA-01 boeing 747 seri 400 menuju Bandara Haneda, Jepang.
Baca Juga: Akhirnya Google 'Bunuh' CAPTCHA
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas