Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau menyatakan 291,36 hektare lahan di provinsi tersebut terbakar sepanjang Januari-Maret 2017.
"Lebih dari setengah juta liter air ditumpahkan untuk pemadaman melalui operasi pengeboman air," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, Sabtu.
Ia mengatakan luas hutan dan lahan yang terbakar menyebar di sejumlah kabupaten di Riau seperti Rokan Hilir, Rokan Hulu, Pelalawan, Dumai, Bengkalis, Meranti, Siak dan Kuantan Singingi.
Seluruh titik-titik api berhasil diatasi oleh tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni serta masyarakat yang tergabung dalam satuan tugas penanggulanga Karhutla Riau 2017.
Kabupaten Rokan Hilir merupakan wilayah dengan Karhutla terluas, mencapai lebih dari 100 hektare.
Kebakaran yang terjadi di Rokan Hilir terjadi pada medio Februari, sebelum kemudian pada awal Maret Riau memasuki musim hujan. Kebakaran di Rokan Hilir terjadi di lahan gambut kosong, yang diduga kuat dilakukan secara sengaja untuk perluasan lahan perkebunan.
Bahkan, Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin harus mengerahkan Pasukan Khas Batalion 462 Pulanggeni dengan menggunakan Super Puma dan berhasil menangkap dua terduga pembakar lahan.
Sementara itu, memasuki pekan terakhir Februari hingga dua pekan pertama Maret 2017, intensitas hujan di Riau meningkat. Puncaknya, pintu air waduk PLTA dibuka dan banjir menggenangi lima kabupaten di wilayah itu.
Namun belakangan, titik-titik panas sedikit mulai sedikit kembali bermunculan. Menurut Edwar, pihaknya akan terus mengantisipasi potensi Karhutla terutama di wilayah pesisir Riau.
Dua unit helikopter bantuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta satu unit lainnya dari perusahaan kertas siap membantu upaya pemadaman melalui operasi pengeboman air.
Pemerintah Provinsi Riau pada 24 Januari 2017 lalu menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana asap akibat Karhutla. Status siaga akan diberlakukan selama empat bulan hingga 30 April mendatang.
Dengan penetapan status tersebut, kemudian dibentuk Satgas penanggulangan bencana asap akibat Karhutla. Bersama Polda Riau, BPBD Riau, BMKG, dan seluruh pemangku kepentingan terkait, Satgas bekerja untuk tetap menjaga Riau bebas asap seperti tahun sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?
-
Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung
-
Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik
-
7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah
-
Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!
-
Sinyal Positif: Realisasi Pajak Lampung Meroket 25 Persen di Semester I
-
Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak