Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mendengar aspirasi masyarakat Rembang. Seperti dikabarkan sebelumnya, satu orang petani Rembang yang menolak pembangunan pabrik Semen di kawasan Kendeng, Rembang, dan menggelar aksi cor kaki di depan Istana Negara, meninggal dunia.
"Kami minta Pak Ganjar untuk memperhatikan aspirasi rakyat tersebut karena tugas pemimpin harus mendengarkan suara rakayat, sehingga kebijakan itu harus memperhatikan aspek ekonomi, aspek politik, tapi juga perhatikan aspek sosial dan kebudayaan masyarakat setempat," kata Hasto saat hadir menonton Film Bid'ah Cinta di Plaza Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (25/3/2017).
Hasto mengklaim bahwa pemimpin yang dihasilkan oleh partai berlambang kepala banteng tersebut sangat mendengarkan aspirasi warganya. Karenanya, dia pun yakin Ganjar Pranowo akan mendengarkan masyarakat Rembang.
"Itu karakter dari Pak Ganjar juga. Mungkin ada pihak-pihak yang menghambat proses komunikasi itu. Tapi PDIP meyakini pak Ganjar akan membuka ruang dialog yang seluasnya sebelum kebijakan diambil," kata Hasto.
Meski begitu, Hasto pun mengatakan bahwa pihaknya sangat menghargai aksi yang penolakan yang dilakukan oleh Petani Rembang. Sebab, apa yang mereka lakukan dilindungi oleh konstitusi.
"Selama ini Pak Ganjar buka ruang untuk dialog, bahkan kami menugaskan kader kami bersama petani tersebut. Kami meminta kepala daerah dari PDIP mendengarkan suara-suara itu," katanya.
Sebagai informasi, Patmi, salah seorang petani Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, yang sempat melakukan aksi semen kaki, meninggal dunia karena serangan jantung beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
-
Ganjar Minta Pemerintah Prabowo-Gibran Evaluasi Program dan Jajaran di Tahun Pertama
-
Setahun Prabowo-Gibran, Ganjar: Evaluasi Semua Program Yang Tak Jalan Termasuk Jajaran
-
Ganjar Ikut Meramaikan Warna Perlawanan: Keberanian Itu Menular, Harapan Itu Abadi
-
Ganjar Pranowo Tinjau Langsung Kondisi Pasca-Demo Jogja, Tunggangannya Jadi Salah Fokus
-
Megawati Akan Pimpin Upacara HUT RI di Lenteng Agung, Kehadirannya di Istana Masih Menjadi Misteri
Terpopuler
- 7 Mobil Bekas Keluarga 3 Baris Rp50 Jutaan Paling Dicari, Terbaik Sepanjang Masa
- JK Kritik Keras Hilirisasi Nikel: Keuntungan Dibawa Keluar, Lingkungan Rusak!
- Nikmati Belanja Hemat F&B dan Home Living, Potongan Harga s/d Rp1,3 Juta Rayakan HUT ke-130 BRI
- 5 Sepatu Running Lokal Selevel Asics Original, Kualitas Juara Harga Aman di Dompet
- Nikmati Segarnya Re.juve Spesial HUT ke-130 BRI: Harga Istimewa Mulai Rp13 Ribu
Pilihan
-
Peresmian Proyek RDMP Kilang Balikpapan Ditunda, Bahlil Beri Penjelasan
-
Resmi Melantai di Bursa, Saham Superbank Melambung Tinggi
-
Jadwal dan Link Streaming Nonton Rizky Ridho Bakal Raih Puskas Award 2025 Malam Ini
-
5 HP RAM 6 GB Paling Murah untuk Multitasking Lancar bagi Pengguna Umum
-
Viral Atlet Indonesia Lagi Hamil 4 Bulan Tetap Bertanding di SEA Games 2025, Eh Dapat Emas
Terkini
-
Sultan Dorong Ekstensifikasi Sawit di Papua dengan Tetap Jaga Keseimbangan Ekologis
-
Jakarta Tumbuh, Warga Terpinggirkan: Potret Ketimpangan di Pulau Pari, Marunda, dan Bantargebang
-
Fakta Baru Kasus Kematian Bocah 9 Tahun di Cilegon, Polisi Temukan 19 Luka Benda Tajam
-
Serikat Pekerja: Rumus UMP 2026 Tidak Menjamin Kebutuhan Hidup Layak
-
Peringati Hari Migran Internasional, KP2MI Fokuskan Perhatian pada Anak Pekerja Migran
-
Tak Ada Barang Hilang, Apa Motif di Balik Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Cilegon?
-
Diduga Serang Petugas dan TNI, 15 WNA China Dilaporkan PT SRM ke Polda Kalbar
-
Menkes Kirim 600 Dokter ke Aceh Mulai Pekan Depan, Fokus Wilayah Terisolasi
-
Prabowo Sindir Orang Pintar Jadi Pengkritik, Rocky Gerung: Berarti Pemerintah Kumpulan Orang Bodoh?
-
Imigrasi Ketapang Periksa 15 WNA China Usai Insiden Penyerangan di Tambang Emas PT SRM