Suara.com - Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Ali Agus menyatakan karena Indonesia sudah masuk dalam kategori darurat soal korupsi, maka gerakan antikorupsi sebenarnya dapat dimulai dari pangan. Bahkan, pangan juga diyakini mampu mensinergikan seluruh potensi yang ada di lingkungan UGM.
“Isu pangan dapat menjadi lokomotif untuk mewujudkan target UGM meraih ranking 450 dunia pada tahun 2018,” demikian dikatakan Ali dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, hari ini.
Persoalan pangan saat ini, kata dia, tidak hanya menjadi isu domestik tetapi juga isu dunia internasional. Kelaparan, status kurang gizi, kemiskinan, ketimpangan ekonomi hingga berbagai penyakit masa kini seperti darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol, gagal ginjal, kanker, stroke, dan obesitas sangat terkait dengan pangan. Jumlah, mutu, dan keterjangkauan pangan secara berkelanjutan menjadi isu sangat strategis bahkan menjadi prioritas utama bagi pemerintahan negara manapun di dunia ini.
Menurut Ali keterkaitan antara pertanian (hutan, tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan) sebagai penghasil bahan pangan, dan hubungannya dengan kesehatan, kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat sangatlah erat. Berbagai penyakit metabolik yang mendominasi kejadian sakit pada masyarakat modern ini disebabkan karena faktor makanan.
“Oleh karena itu, pangan dan kesehatan juga dapat menjadi pemersatu yang mampu mensinergikan kerja seluruh Fakultas di lingkungan UGM, untuk mencapai target-target besar yang ditetapkan. Pangan menjadi kebutuhan pokok yang tak terhindarkan dalam kehidupan manusia sehari hari,” kata Ali.
Dia menjelaskan persiapan dan pemenuhan pangan bersentuhan langsung dengan banyak sektor lain. Pangan berkualitas yang bergizi dan bebas aneka cemaran (kimia biologi antibiotika) akan menghasilkan kesehatan yang baik pula. Bahkan, kata Ali, apa yang dimakan manusia diyakini dapat mempengaruhi karakter dan kesehatan manusia tersebut.
Hal ini, kata dia, sebenarnya pembinaan mental civitas akademika UGM juga untuk tidak memakan apa yang bukan hak setiap orang. Sebab konsep dasar korupsi adalah memakan yang bukan haknya. Hal itu menjadi tugas UGM kepada warganya dalam memberikan rasa aman, nyaman dan pendapatan yang cukup agar dapat menjadi pelopor gerakan anti korupsi.
“Maka jangan makan apa yang bukan hak kita. Karena itu, gerakan antikorupsi dapat dimulai dengan memakan makanan yang menjadi hak kita. Kalau bukan hak kita, jangan diambil karena itu nantinya akan menjadi masalah di dalam tubuh kita. Jangan pula memberi makan keluarga kita dengan yang bukan berasal dari keringat kita sendiri. Budaya ini rasanya perlu juga dikembangkan di dunia kampus. Sehingga sebenarnya gerakan antikorupsi itu bisa dimulai dari pangan dan ayo kita makan makanan yang memang menjadi hak kita dan kita makan secukupnya dengan makanan yang berkualitas,” kata Ali.
Penelitian Inovatif Solutif
Dia menuturkan bahwa capaian penelitian UGM penting untuk semakin meningkatkan konfidensi civitas academika dalam meraih ranking top dunia. Meski demikian, hal penting lainnya yang harus diingat adalah, prestasi tinggi harus dibarengi dengan tingkat kejujuran yang tinggi sebagai seorang ilmuwan.
Ali mengatakan berbekal pengalaman sebagai dekan pada tahun 2016 lalu, Fakultas Peternakan UGM telah mempublikasikan hasil penelitian, baik nasional maupun internasional, termasuk internasional yang terindeks scopus. Bahkan, Fakultas Peternakan, pada tahun 2015 dan 2016 tercatat sebagai Fakultas dengan prestasi rasio publikasi dosen tertinggi di antara 18 Fakultas dan dua sekolah di lingkungan UGM yaitu mencapai 2,51 dan 2,74.
“Kami terus melakukan inovasi untuk mengembangkan produk pangan hasil ternak yang akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Sebab dengan kesehatan yang terpelihara baik, akan menjauhkan masyarakat dari penyakit defeneratif. Sehingga mampu bekerja dengan baik dan produktif untuk menghasilkan kesejahteraannya. Saat itulah dibutuhkan sinergi dari seluruh Fakultas lain untuk saling bahu-membahu berkontribusi bagi pembangunan,” kata Ali.
Tag
Berita Terkait
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal