News / Nasional
Selasa, 04 April 2017 | 15:44 WIB
Politisi senior Partai Golkar Popong Otje (Ceu Popong). [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Anggota DPR dari Fraksi Golkar Popong Otje Djundjungan (Ceu Popong) menilai keributan yang terjadi dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah menunjukkan contoh yang kurang baik bagi publik.

"Bahwa itu contoh yang kurang baik. Bukan tidak baik, tapi kurang baik. Karena apa? Orang-orang yang ada di lembaga tinggi negara itu pasti bukan orang sembarangan. Pasti somebody. Pasti punya latar belakang yang baik karena kalau tidak kan tidak akan dipilih oleh rakyat," kata Ceu Popong di DPR, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Pernyataan Ceu Popong menyusul keributan yang terjadi di tengah rapat paripurna DPD, Senin (3/4/2017). Kericuhan terjadi ketika pimpinan rapat, GKR Hemas dan Farouk Muhammad dihujani interupsi anggota karena mereka dianggap tidak memiliki hak memimpin karena masa jabatan telah selesai sesuai dengan tata tertib DPD. Tapi, tata tertib yang menyebutkan jabatan pimpinan DPD selama 2,5 tahun dibatalkan oleh Mahkamah Agung sehingga DPD seharusnya patuh pada hukum bahwa jabatan pimpinan tetap lima tahun.

Keributan sesama senator, katanya, terjadi karena mereka kurang mampu mengendalikan emosi.

"Padahal seseorang bisa disebut dewasa, bisa disebut intelek, terpelajar kalau mampu mengendalikan emosi," ujar anggota Komisi X.

Ceu Popong berharap semua pejabat yang dudud di lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif mampu mengendalikan diri agar keributan tak terulang lagi.

"Pejabat negara itu bukan hanya pinter. Pinter mah pasti. Tidak mungkin bodo, pasti pinter. Tapi kekurangan sekarang adalah kurang bisa mengendalikan emosi. Kalau ditanya siapa yang salah? Ya dirinya," ujarnya.

Sidang paripurna untuk menyikapi putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tata tertib DPD Nomor 1 Tahun 2017, semalam, sempat ditutup oleh Hemas. Tapi anggota protes dan meminta Farouk kembali membuka kembali rapat paripurna. Rapat akhirnya selesai pada Selasa (4/4/2017) dini hari dan memutuskan ‎pimpinan baru yaitu Oesman Sapta Odang, Nono Sampono, dan Darmayanti Lubis.

Load More