News / Metropolitan
Selasa, 04 April 2017 | 19:35 WIB
Djarot Saiful Hidayat [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Ketika kampanye di pemukiman RW 5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (4/3/2017), calon wakil gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendapatkan pengaduan dari warga tentang intimidasi yang menyebutkan memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot berarti kafir.

"Pak, katanya, kalau memilih nomor dua apa dianggap murtad, kafir," ujar warga bernama Sulistyowati.

Dengan tenang, Djarot menjelaskan yang berhak untuk menyimpulkan seseorang kafir, murtad, atau bukan, hanyalah Allah.

"Yang paling berhak memurtadkan manusia atau Allah?Allah yang tahu dalam hati kita manusia yang kafir-kafir atau allah?" kata Djarot.

Djarot berharap kepada semua pihak janganlah mencampur membawa-bawa agama untuk kepentingan politik praktis menjatuhkan lawan.

"Jangan dicampurkan pilkada politik dengan agama. Jangan dong," kata Djarot.

Djarot meminta warga agar jangan takut dengan intimidasi semacam itu. Djarot mengingatkan bangsa ini mempunyai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

"Ini negara Pancasila. Semua orang punya hak memilih dan dipilih. Jangan takut. Jadi bu Sulis jangan takut. Bisa nggak, berani nggak?" katanya.

Djarot juga mengingatkan warga jangan sekali-kali terpancing dengan intimidasi dan jangan pernah membalasnya. Sebaliknya, warga mesti memaafkan.

"Istighfar saja maafin mereka yang terlampau bernafsu emosi maafin saja doain yang baik jangan benci ya. Supaya dalam hati disinari cahaya ilahi, supaya ada kesadaran, doain saja. Kalau murtad kafir, enggak apa. Masa sesama Islam mengkafir-kafirkan. Islam itu merangkul, bukan memukul. Mengajak bukan mengejek. Islam itu rahmatan lil allamin," kata Djarot.

Load More