Djarot Saiful Hidayat [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Ketika kampanye di pemukiman RW 5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (4/3/2017), calon wakil gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendapatkan pengaduan dari warga tentang intimidasi yang menyebutkan memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot berarti kafir.
"Pak, katanya, kalau memilih nomor dua apa dianggap murtad, kafir," ujar warga bernama Sulistyowati.
Dengan tenang, Djarot menjelaskan yang berhak untuk menyimpulkan seseorang kafir, murtad, atau bukan, hanyalah Allah.
"Yang paling berhak memurtadkan manusia atau Allah?Allah yang tahu dalam hati kita manusia yang kafir-kafir atau allah?" kata Djarot.
Djarot berharap kepada semua pihak janganlah mencampur membawa-bawa agama untuk kepentingan politik praktis menjatuhkan lawan.
"Jangan dicampurkan pilkada politik dengan agama. Jangan dong," kata Djarot.
Djarot meminta warga agar jangan takut dengan intimidasi semacam itu. Djarot mengingatkan bangsa ini mempunyai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
"Ini negara Pancasila. Semua orang punya hak memilih dan dipilih. Jangan takut. Jadi bu Sulis jangan takut. Bisa nggak, berani nggak?" katanya.
Djarot juga mengingatkan warga jangan sekali-kali terpancing dengan intimidasi dan jangan pernah membalasnya. Sebaliknya, warga mesti memaafkan.
"Istighfar saja maafin mereka yang terlampau bernafsu emosi maafin saja doain yang baik jangan benci ya. Supaya dalam hati disinari cahaya ilahi, supaya ada kesadaran, doain saja. Kalau murtad kafir, enggak apa. Masa sesama Islam mengkafir-kafirkan. Islam itu merangkul, bukan memukul. Mengajak bukan mengejek. Islam itu rahmatan lil allamin," kata Djarot.
"Pak, katanya, kalau memilih nomor dua apa dianggap murtad, kafir," ujar warga bernama Sulistyowati.
Dengan tenang, Djarot menjelaskan yang berhak untuk menyimpulkan seseorang kafir, murtad, atau bukan, hanyalah Allah.
"Yang paling berhak memurtadkan manusia atau Allah?Allah yang tahu dalam hati kita manusia yang kafir-kafir atau allah?" kata Djarot.
Djarot berharap kepada semua pihak janganlah mencampur membawa-bawa agama untuk kepentingan politik praktis menjatuhkan lawan.
"Jangan dicampurkan pilkada politik dengan agama. Jangan dong," kata Djarot.
Djarot meminta warga agar jangan takut dengan intimidasi semacam itu. Djarot mengingatkan bangsa ini mempunyai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
"Ini negara Pancasila. Semua orang punya hak memilih dan dipilih. Jangan takut. Jadi bu Sulis jangan takut. Bisa nggak, berani nggak?" katanya.
Djarot juga mengingatkan warga jangan sekali-kali terpancing dengan intimidasi dan jangan pernah membalasnya. Sebaliknya, warga mesti memaafkan.
"Istighfar saja maafin mereka yang terlampau bernafsu emosi maafin saja doain yang baik jangan benci ya. Supaya dalam hati disinari cahaya ilahi, supaya ada kesadaran, doain saja. Kalau murtad kafir, enggak apa. Masa sesama Islam mengkafir-kafirkan. Islam itu merangkul, bukan memukul. Mengajak bukan mengejek. Islam itu rahmatan lil allamin," kata Djarot.
Komentar
Berita Terkait
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!