Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump merasa bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan dan politik yang terjadi di Suriah. Pasca serangan bom gas beracun yang menewaskan 70 lebih korban jiwa di wilayah Idlib, Trump disebut-sebut akan melakukan aksi militer ke wilayah kedaulatan Presiden Bashar al Assad.
"Sikap saya terhadap Suriah dan Assad sudah sangat berubah," katanya dalam jumpa pers di Rose Garden.
Trump geram serangan bom beracun yang diduga dilakukan Assad di kamp pemberontak telah menewaskan anak-anak dan bayi tak berdosa. Dalam pernyataannya, Trump mengaku akan menggunakan kekuasaannya untuk meminta kepada diplomat AS melengserkan Assad dari kursi presiden Suriah.
"Ketika Anda membunuh anak-anak dan bayi tak berdosa dengan gas kimia yang sangat berbahaya, ini sudah sangat melampaui batas, bahkan sungguh kelewatan," tegas Trump.
"Sekarang saya memiliki tanggung jawab, dan saya akan menjalankannya dengan kebanggaan," lanjutnya.
Pidato Trump mirip dengan yang disampaikan mantan presiden Barack Obama di semester pertamanya sebagai presiden. Saat itu, Obama memperingatkan konsekuensi yang bakal diterima Assad jika menggunakan senjata kimia kepada rakyatnya.
Sebelumnya, The Syrian Observatory for Human Rights, lembaga pemantau hak asasi manusia mengklaim 35 warga sipil tewas dalam serangan udara yang menyasar kelompok pemberontak di Kota Khan Sheikhun, Suriah, Selasa (4/4/3017).
Organisasi itu menyebutkan, sembilan anak-anak termasuk dalam 35 orang yang tewas. Mereka juga mengungkapkan serangan udara tersebut menggunakan gas beracun.
“Kota Sheikhun berada di barat laut Suriah, tepatnya di Provinsi Idlib, yang menjadi basis pemberontak melawan Presiden Bashar al Assad. Korban tewas setelah sesak nafas akibat bom gas beracun,” terangnya. (Dailymail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun
-
China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran