Suara.com - Presiden Prancis Froncois Hollande berikrar akan mengerahkan kekuatan negerinya guna mendukung perang Mesir melawan pelaku teror setelah pemboman. Sedangkan Marokko mengutuk serangan tersebut.
"Mesir kembali diserang pelaku teror, yang ingin menghancurkan keragaman dan persatuannya," kata Hollande.
Kepala Negara Prancis tersebut juga menyampaikan solidaritas kepada Pemerintah Mesir yang tengah mengalami tragedi ini, seperti dikutip Antara dari Xinhua. Hollande berikrar akan mengerahkan semua kekuatan" untuk mendukung perang Mesir melawan aksi teror.
Serangan pada Minggu (9/4/2017) waktu setempat, ditujukan kepada dua gereja di Kota Tanta dan Iskandariyah, Mesir. Tragedi itu menewaskan sedikitnya 44 orang dan melukai lebih dari 120 orang.
Sementara itu, Marokko mengutuk serangan yang dilancarkan pada hari Minggu itu.
"Pelaku teror sekali lagi mengungkapkan wajah menyeramkannya, yang ditolak oleh semua agama," kata Kementerian Luar Negeri Marokko di dalam satu pernyataan.
Kementerian tersebut menegaskan, para pelaku perbuatan "tercela" tersebut adalah orang kafir yang tak memiliki hubungan dengan Agama Islam dan ajaran toleransinya.
Kementerian itu juga menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga yang berduka dan rakyat Mesir serta kembali menyampaikan solidaritas penuhnya buat Mesir dalam menghadapi aksi teror.
Sebelumnya, saat kelompok minoritas beribadah pada Ahad pagi, satu ledakan dan satu pemboman bunuh diri terjadi di dua gereja di Provinsi Gharbiya dan Iskandariyah di Mesir Utara.
Baca Juga: Resmi Didukung PKB, Ahok: Alhamdulillah
Ledakan Ahad tersebut telah diakui oleh ISIS, yang juga mengaku bertanggung-jawab atas ledakan sebelumnya di Kairo pada Desember 2016, sehingga menewaskan tak kurang dari 28 orang, kebanyakan perempuan dan anak kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini