Suara.com - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Hong Kong, Jackson Leung ingin menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Dia datang ke rapat kerja antara Komisi III dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly.
Di sana Leung sempat diuji oleh Komisi III DPR.
Awalnya, Leung memperkenalkan diri dalam rapat itu. Dia bercerita, dirinya lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, dan sekolah di Bandung, Jawa Barat. Dia merupakan pengalung bunga bagi mendiang perdana Menteri Cina, Chou En Lai, pada Konfrensi Asia Afrika 1955.
"Saya ingat waktu umur 9 waktu, Soekarno pidato, kita ikut dengar, jadi sama rakyat ada pendekatan, dengar pidato dari pukul 07.00-14.00 berdiri tapi tidak ada penuh kekesalan," kata Leung dengan menggunakan bahasa Indonesia yang terbata-bata, Senin (10/4/2017).
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Wihadi Wiyanto kemudian mempertanyakan alasan Leung menjadi WNI. Sebab, pengajuan WNI ini baru dilakukan sekarang.
"Ini setelah sekian lama tidak di Indonesia, sekarang ingin menjadi WNI. Selama ini ke mana? Apakah punya istri baru, sehingga balik lagi ke Indonesia?" tanya Wihadi.
Leung kemudian bercerita, selama ini berada di Cina.
Pihak Kementerian Hukum dan HAM yang mendampinginya menambahkan, usulan pengajuan Jackson menjadi WNI dilatarbelakangi oleh jasanya di Indonesia.
"Bisa pancasila?" tanya pimpinan sidang, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo kepada Leung.
Baca Juga: Usai Nyanyi Soleram, Iriana Jokowi Minta Murid Sebutkan Pancasila
"Tahu pak, tapi tidak semuanya. Bhinneka tunggal Ika, kan Garuda. (satu) Ketuhanan, (kedua) kemanusiaan, yang ketiga itu karena panjang agak," kata Leung.
Dalam kesempata ini, Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat Erma Suryani Ranik menyayangkan pengetahuan Leung terhadap Pancasila yang minim. Erma pun meminta supaya Leung bisa menghafal dasar negara Indonesia itu.
"Tolong suruh dia hafal pancasila, karena sampai tidak hafal itu sesuai yang menurut saya mendasarlah. Kemudian ideologi lain-lain, itu tolong dibereskan secara internal. Masa yang mendasar mau jadi warga negara Indonesia tapi tidak hafal pancasila, kita paham pada pertemuan sebelumnya jasa-jasa beliau terhadap kedutaan, Buruh migran dan lain-lain. Tapi yang begini-begini jangan dianggap tidak penting," kata Erma.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
BPOM Temukan 56 Ribu Produk Pangan Bermasalah Jelang Ramadan dan Idul Fitri
-
Bangunan dan Rumah Porak Poranda, Influencer Israel: Oh Ini Rudal Iran, Ngeri Banget Ya
-
Warga Tel Aviv Saat Ini: Di Langit Hujan Rudal Iran, Di Bungker Dipenuhi Pecandu Narkoba
-
Jakarta Belum Temukan Kasus Campak, Dinkes Ingatkan Risiko Penularan dari Sekitar
-
Aksi Korve Massal: Kapolda Metro Jaya dan Dua Menteri Sulap Pasar Kramat Jati Lebih Bersih
-
Pernyataan Pihak Iran Benjamin Netanyahu Tewas dengan Luka Parah
-
Warga Binaan Lapas Cibinong Ikuti Gerakan Membaca Alkitab untuk Pembinaan Rohani
-
Iran Disebut Dapat Bantuan Nuklir Korea Utara, Pakar Militer AS Peringatkan Trump
-
Ucapkan Selamat HUT ke-12 Suara.com, Anies Baswedan: Terus Bernyali untuk Menjaga Demokrasi!
-
Tok! Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan Gus Yaqut, Status Tersangka Korupsi Kuota Haji Sah