Kepolisian RI-Kerajaan Arab Saudi akan memperkuat kerja sama bidang penanganan terorisme, sebagai salah satu butir kesepakatan yang ditandatangani oleh kedua negara saat kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia.
Sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) tersebut, Kepala Kepolisian Arab Saudi Letjen Othman Bin Nasser Al Mehridj berkunjung ke Mabes Polri dan bertemu Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk membahas pertukaran informasi keamanan dalam upaya menanggulangi ancaman terorisme.
"Penanganan terorisme yang dilakukan Kerajaan Saudi dianggap cukup berhasil, tentu saja Saudi terbuka bagi seluruh negara termasuk Indonesia dalam peningkatan kerja sama di bidang ini," ujar Letjen Othman dalam konferensi pers di kediaman Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Osama Mohammed Al-Shuibi di Jakarta, Selasa malam (18/4/2017).
Arab Saudi memang telah diakui sebagai salah satu negara yang berhasil dalam penanganan terorisme, dibuktikan dengan medali penghargaan yang diterima oleh putra mahkota Kerajaan Arab Saudi Muhammed bin Nayef dari badan intelijen pemerintah federal Amerika Serikat (CIA) pada Februari lalu.
Nayef yang menjabat menteri dalam negeri Arab Saudi sejak 2012, pernah mengawasi tindakan keras terharap Al-Qaeda, kelompok yang membunuh para personnel keamanan serta warga negara asing di kerajaan tersebut antara 2003 hingga 2007.
Pria 57 tahun yang pada 2009 selamat dari upaya pembunuhan oleh Al-Qaeda itu menerima penghargaan CIA atas kinerja intelijen yang sangat baik dalam upaya penanggulangan terorisme dan kontribusinya untuk mewujudkan keamanan serta perdamaian dunia.
Menyebut bahwa penanganan terorisme di negaranya sedikit berbeda dengan di Indonesia yang secara spesifik dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Letjen Othman mengaku siap berbagi pengalaman dengan kepolisian Indonesia saat kunjungan balasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ke Arab Saudi pada akhir Mei 2017.
"Di Saudi penanganan terorisme menjadi tugas dari gabungan berbagai institusi. Kami akan memberi kesempatan (Kapolri) untuk melihat secara dekat pengalaman dan kesuksesan Saudi dalam menangani masalah ini, mulai dari ancaman kelompok Al-Qaeda hingga ISIS sekarang ini," kata dia.
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menjelaskan bahwa kunjungan resmi Kapolri akan dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan ibadah umrahnya pada awal bulan Ramadan.
Baca Juga: Tipu CPNS Rp8,3 Miliar, Dua Perempuan Dibekuk Polisi
Dalam kunjungan tersebut akan dibahas lebih mendetail implementasi MoU yang telah ditandatangani terutama tentang penanganan kejahatan yang bersifat lintas negara seperti terorisme, kejahatan cyber, pencurian dan penyelundupan senjata, pencucian uang, perdagangan orang, serta penyelundupan migran.
Khusus untuk menghadapi kelompok militan ISIS, Syafruddin menyebut bahwa personnel Densus 88 Antiteror telah beberapa kali berangkat ke Turki, Jordania, dan Arab Saudi untuk menjemput WNI yang diduga sempat bergabung dengan kelompok tersebut dan akan kembali ke Tanah Air untuk menjadi pejuang teroris asing (FTF).
Dari hampir 2.000 masyarakat Indonesia yang masuk ke Suriah, hanya 1.300 orang yang terdata secara resmi. Yang masuk secara ilegal dan akan kembali ke Indonesia diduga untuk menyebarkan paham radikal, akan diantisipasi oleh Densus 88.
"Itu yang dilakukan densus dan seluruh aparat selama ini. Jadi kalau densus melakukan penegakan hukum, pencegahan, dan penangkapan itu adalah untuk mencegah terorisme di Tanah Air," kata Syafruddin. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?