Suara.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta Mimah Susanti memantau Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017).
TPS 01 merupakan TPS dimana Pemungutan Suara Ulang (PSU) dilakukan karena ditemukan adanya pelanggaran pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua 19 April lalu.
Namun, kedatangan Mimah dihampiri sejumlah pendukung dan satu saksi pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- Djarot yang memprotes dilakukannya PSU di TPS Gambir tanpa menangkap pelakunya.
Pasalnya TPS 01 Gambir ditemukan dua orang yang menggunakan C6 atas nama orang lain di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Gambir.
"Harusnya ditangkap dulu donk dua orang itu, jangan main langsung aja donk (adakan PSU). Apapun hasilnya kami tetap kalah, kita terima dengan legowo ini konsekuensi dari kompetisi. Tapi ada proses yang harus kita jalani sesuai dengan aturan mainnya dong bu kita bukan zamannya langsung, ada aturannya," kata Digdo, salah satu pendukung yang mengenakan baju kotak-kotak di lokasi.
Hal yang sama dikatakan Dinar, salah satu saksi Ahok-Djarot juga tak terima saat proses verifikasi diadakannya PSU hari ini.
Menurutnya, pada saat dirinya hadir, saksi dari pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tidak hadir.
"Harus ditanya dulu kenapa tiba-tiba langsung semua tanya cuma rekomendasi Panwascab. Klarifikasi nggak ada. Harusnya konsultasikan dua-duanya (tim Ahok maupun Anies) itu," ucap Dinar.
Menanggapi protes, Mimah mengatakan penanganan dua pelaku kini sudah ditangani oleh Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakumdu)
Baca Juga: Pemungutan Suara Diulang, Gerindra Yakin Anies Tetap Menang
"Penanganan tindak pidana pemilu ini harus melibatkan polisi dan kejaksaan namanya Sentra Gakumdu. Disitulah akan dibahas nantinya. Jadi kalau di kecamatan tidak ada polisi dan jaksa," kata Mimah.
Mimah pun menambahkan bahwa jika saksi keberatan dengan proses PSU dapat melaporkan ke Panwas Kabupaten/Kota melalui form Catatan Kejadian khusus dan keberatan saksi (C2-KWK) yang disediakan TPS. Meski begitu kata Mimah, PSU yang diadakan KPU tetap harus dilaksanakan.
"Menurut Panwas kami sudah dilakukan sesuai dengan mekanisme yang ada, maka sudah direkomendasikan kepada KPUD DKI Jakarta. Jika pelaksanaan PSU ini dianggap oleh para pihak tidak sesuai, bisa disampaikan kepada kami tapi pelaksana ini harus tetap berjalan dan dilaksanakan pada hari ini. Silahkan kalau masih ada keberatan Silahkan dicatatkan saja dalam form C2 keberatan," tandasnya.
Hingga kini masih berlangsung Pemungutan Suara Ulang di TPS 01 Gambir. Adapun jumlah yang sudah menggunakan hak pilihnya hingga pukul 11.45 berjumlah 215 pemilih dari 629 DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan DPTb (Daftar Pemilih Tetap tambahan).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?