Suara.com - Sebagian warganet mengucapkan terima kasih kepada peretas situs Telkomsel, anak perusahaan Telkom. Peretas mengubah halaman muka situs www.telkomsel.com dengan tulisan-tulisan kasar yang intinya meminta operator ini menerapkan kuota internet murah.
"Hacker Telkomsel lebih mewakili rakyat Indonesia daripada wakil-wakil rakyat yg duduk dikursi sana,,," tulis warganet di Twitter.
Mereka mendukung situs tersebut diretas agar perusahaan penyedia layanan telekomunikasi ini lebih bijak menerapkan tarif kuota.
"Buat lo yg nghack telkomsel, i stand in your side dude, we are the people power for the best future!!" tulis warganet.
Warganet berharap peristiwa hari ini menjadi pelajaran buat anak perusahaan Telkom itu.
"Kasihan yaa si kokom (@Telkomsel ), sabar kom, semoga kamu bisa belajar dari kejadian ini bahwa "materi bukan segalanya". #PrayForTelkomsel," tulis warganet.
Perbincangan warganet yang intinya mendukung peretas situs Telkomsel sangat ramai sejak pagi hingga sore ini. Bahkan, kata kunci Telkomsel menjadi trending topic di Twitter zona Indonesia.
Berbagai meme pun bermunculan yang tujuannya untuk mengucapkan terima kasih kepada peretas sekaligus mengejek Telkomsel.
Situs resmi Telkomsel baru saja diretas oleh oknum tidak bertanggung jawab pagi ini, Jumat (28/4/2017). Menanggapi musibah ini, pihak Telkomsel telah memberikan pernyataan resminya.
Baca Juga: Polisi yang Tembak Anak Sendiri Dikira Maling Akhirnya Diamankan
VP Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati, merespon kejadian hari ini. Tapi, dia tidak memberikan penjelasan tentang tuntutan kuota murah.
Adita meminta maaf kepada pelanggan atas permasalahan akses ke situs.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dalam mengakses website resmi Telkomsel. Kami sedang melakukan perbaikan agar pelanggan dapat segera mengakses situs kami," ujarnya melalui keterangan tertulis.
Selama masa perbaikan, ia menyarankan pelanggan menggunakan channel lain untuk mendapatkan informasi produk Telkomsel. Ia berpesan agar pelanggan dapat mengunjungi GraPARI untuk mendapatkan informasi terbaru.
"Untuk informasi produk dan layanan, bisa diakses melalui My Telkomsel apps, call center, dan GraPARI," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Paket RoaMAX Haji 2026 Telkomsel, Kuota 42GB, Bisa Dipakai di 13 Negara
-
IndiHome Hadirkan Ultra Mesh Wi-Fi, Solusi Internet Stabil untuk Rumah Banyak Sekat dan Lantai
-
Lowongan Talenta AI Makin Diburu, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikut IndonesiaNEXT 2026
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Telkomsel Hadirkan Instagram Basic Mode di SIMPATI, Tetap Bisa Akses IG Meski Kuota Habis
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi