Suara.com - Seorang janda ditemukan tewas setelah sebuah rumah di jalan Manggis gang Kelapa, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, terbakar Kamis malam (4/5/2017).
Berdasarkan keterangan dari saksi mata di lokasi kejadian, Fauzi (44), seorang janda bernama Norma (45) tewas dalam musibah tersebut karena tidak sempat menyelamatkan diri.
"Dia lagi sakit stroke makanya tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut terpanggang," katanya.
Menurutnya, api diketahui muncul sekitar pukul 20.30 WIB dan dengan cepat merambat keseluruh bangunan rumah semi permanen itu.
"Api berasal dari dapur rumah milik korban, sementara saya tidak tahu apa penyebabnya," tuturnya.
Kepolisian Resor Kepulauan Meranti menduga api berasal dari anti nyamuk yang digunakan korban saat sedang istirahat, kemudian api tersebut menyambar ke bahan-bahan yang mudah terbakar.
"Hasil penyelidikan sementara, api berasal dari anti nyamuk," sebut Paur Humas Polres Kepulauan Meranti, Iptu Djonni Rekmamora.
Djonni mengakui terdapat korban jiwa yang sedang mengalami sakit stroke dalam peristiwa itu karena ditinggal sendirian oleh kakaknya sehingga tidak dapat menyelamatkan diri.
"Saat kejadian kebakaran, abang korban sedang menghadiri acara kenduri di Jalan Gelora dan warga yang mengetahui adanya kebakaran tidak sempat menyelamatkan korban karena api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan," terangnya.
Baca Juga: Kebakaran Rumah Sakit Bhayangkara Kediri
Ia menyebutkan kebakaran itu berhasil dipadamkan setengah jam setelah kejadian, sekitar pukul 21.00 WIB. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun