Suara.com - Tim bulu tangkis Indonesia menyatakan telah memegang kunci kekuatan lawan-lawannya di fase grup 1D turnamen beregu campuran Piala Sudirman 2017 yang akan mulai dihadapi pada tanggal 23 Mei mendatang.
"Gambaran lawan untuk pertandingan nanti sudah terbaca, kita tinggal memantapkan dan menentukan siapa yang siap diturunkan," kata Kepala Kontingen Indonesia Achmad Budiarto di Gold Coast, Australia, Minggu.
Terbacanya kekuatan lawan-lawan Indonesia di Piala Sudirman 2017 juga diungkapkan oleh Pelatih Ganda Putra Herry Iman Pierngadi dan sudah menyiapkan antisipasi menghadapinya.
"Kemungkinan lawan terberat Denmark untuk nomor ganda putra, dan yang diturunkan adalah Mathias Boe dan Carsten Mogensen, kita sudah antisipasi semuanya," kata Herry.
Boe/Mogensen diketahui sempat mengalahkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada Singapura Terbuka 2017 di putaran semifinal yang kemudian menjadi juara turnamen itu selepas mengalahkan Li Junhui dan Liu Yuchen di partai puncak.
"Saya sih tidak khawatir, karena waktu itu pasangan kita memang kondisinya sudah tidak memungkinkan karena ikut beberapa turnamen sebelumnya. Justru saya lihat pemain Denmark ini sudah berumur jadi kecepatannya akan turun dan itu yang akan kami manfaatkan," ujar Herry.
Sementara itu, pelatih tunggal putri Minarti Timur menyebut telah mempelajari lawan terberat tunggal putri Indonesia di fase grup yaitu pemain India Pusarla V. Sindhu dari pertemuan-pertemuan anak-anak didiknya (Fitriani, Dinar Dyah Ayustine dan Gregoria Mariska Tunjung) dengan pemain utama India itu.
"Dari pertemuan-pertemuan mereka dengan Sindhu, saya sudah ada evaluasi dan strategi bagaimana mengatasinya. Dengan persiapan selama ini termasuk proses adaptasi di sini saya rasa anak-anak sudah siap. Namun pemain yang diturunkan akan ditentukan nanti lewat beberapa pertimbangan," kata Minarti menambahkan. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Di Sidang Praperadilan Yaqut, Ahli Sebut Dana Haji Bukan Keuangan Negara
-
ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun, Batal Dihukum Mati oleh Hakim
-
Lawan 'Pasal Karet' KUHP Baru, Delpedro Marhaen Gugat Aturan Berita Bohong dan Penghasutan ke MK
-
Diundang Bukber di Istana, Akankah Ulama dan Prabowo Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah?
-
Resmi! YouTuber Bigmo dan Resbob Tersangka Kasus Fitnah Azizah Salsha
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ngaku Tak Paham Birokrasi, Begini Respons Golkar
-
BPOM Temukan Mi Kuning Berformalin di Takjil, Pedagang Jangan Gunakan Pengawet dan Pewarna Berbahaya
-
Ahli di Sidang Gus Yaqut: Sprindik KPK Keliru karena Campur Aduk KUHP Lama dan Baru
-
Tak Bisa Lagi Sembarangan, RUU PPRT Bakal Atur Perusahaan Berbadan Hukum yang Boleh Salurkan PRT
-
Kejagung Periksa Kasi Intel Bea Cukai Aceh Terkait Dugaan Korupsi Ekspor POME