Suara.com - Siapa orang yang paling mengerti selera makanan Presiden Joko Widodo, selain Iriana? Tentu masyarakat ingin tahu. Namanya adalah Pak Tri Supriharjo.
Jokowi berbagi video yang berisi wawancara dengan lelaki asal Palur, Ngringo, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, itu. Video tersebut diunggah lewat Facebook.
"Saya mulai ikut Bapak Jokowi, waktu itu tahun 2013, sampai sekarang kurang lebih empat tahun berjalan ini," katanya.
Tri bercerita tentang apa yang selama ini publik mungkin belum tahu. Cerita ini sekaligus untuk menggambarkan kesederhanaan Jokowi.
"Bapak itu, yang saya tahu selama ini itu, orangnya sederhana sekali. Yang paling baku bapak itu kalau pagi itu, jamu, teh pahit. Jamunya bapak terdiri dari temulawak, jahe, lantas kunyit," katanya.
Tri yang masih mengenakan pakaian koki warna putih kemudian menceritakan ukuran jamu yang diminum Presiden sekarang.
"Nah, tempatnya itu agak besar, kalau dulu mug-nya itu agak kecil, itu potongannya tiga, tiga, tiga, tiga. Tapi sekarang agak banyak. Temulawaknya delapan potong, kunyitnya enam potong, terus jahenya tiga potong," kata dia.
"Mug-nya, cangkir itu, yang untuk jamu itu aja, wah anu, cangkir zaman dulu itu, yang blirik-blirik hijau, ada yang cokelat. Wah kalau sekarang udah jarang orang pakai. Memang sederhana sekali bapak itu," Tri menambahkan.
Tri mengatakan kesederhanaan Jokowi juga tercermin dari sikap sehari-hari.
Baca Juga: Rizieq dan Pengacara ke PBB di Jenewa Usai Ketemu di Arab
"Saya tuh belum pernah, saya melayani bapak, dikomplain apalagi dimarahi, belum pernah. Tapi, Alhamdulillah saya bisa melayani Bapak dengan baik," kata Tri.
Video tersebut mendapatkan apresiasi yang luas dari warganet. Saat ini sudah lebih dari seribu netizen yang menyatakan menyukainya.
"Alhamdulillah bpk presiden kt ini org nya sederhana skli patut di jadi kan contoh untuk rakyatnya," tulis netizen.
Setelah melihat cerita tadi, netizen menyinggung isu politik panas akhir-akhir ini.
"Apa kah pantas pak de ini di lengser kan..???..." tulis netizen.
Netizen yang lain, bahkan sampai memuji Jokowi setinggi-tingginya.
Tag
Berita Terkait
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
-
JK Ungkit Jasanya untuk Jokowi, Golkar Beri Respons Menohok!
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
-
Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara