Suara.com - Senator Jakarta Dailami Firdaus turut berduka cita atas jatuhnya korban jiwa atas bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Dia mengutuk keras aksi teror tersebut.
"Saya berharap aparat terkait dapat segera mengusut motif teror tersebut juga menangkap pelaku dan aktor utamanya," kata Firdaus.
Firdaus mendoakan agar korban yang mengalami luka-luka dan masih dirawat di rumah sakit agar lekas pulih dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga.
"Saya sangat prihatin karena kejadian bom ini bersamaan dengan saat bergembiranya umat Islam menyambut Ramadan dan bertepatan dengan malam perayaan bagi umat Kristiani," katanya.
Firdaus mengatakan jelas pelaku ingin menebar teror untuk merusak momentum keagamaan dan menusuk sisi sentimentil keagamaan.
Namun, dia yakin masyarakat Jakarta dan Indonesia tidak akan terpancing dan tersulut dengan teror ini. Justru teror ini semakin menguatkan rasa persatuan dan kesatuan untuk menjaga NKRI.
Korban yang saat ini dirawat di RS Budhi Asih yaitu Susi A Fitriani dan Taspik Saputro, kata dia, sudah berangsur membaik.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Jakarta dan semua elemen terkait untuk mendoakan para korban, baik yang meninggal maupun yang masih dalam perawatan," kata dia.
Dia menekankan agar pihak aparat terkait dapat bersinergi dengan masyarakat untuk dapat mengantisipasi hal-hal yang negatif yang terjadi di masyarakat.
Masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan tidak segan untuk melaporkan setiap hal-hal yang dinilai mencurigakan di wilayahnya kepada pihak berwajib. Intinya dengan kejadian ini kita semua harus meningkatkan kewaspadaan agar peristiwa ini tidak terulang kembali.
Kapolri
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengumumkan identitas dua terduga bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu pada Rabu (24/5/2017), malam lalu.
"Sudah teridentifikasi melalui sidik jari maupun data di lapangan serta hasil tes DNA yang selesai sore ini. Yang pertama positif Ichwan Nurul Salam melalui pembanding putranya dan yang kedua melalui pembanding ibu kandung, positif Ahmad Syukri," kata Tito dalam jumpa pers di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (26/5/2017).
Tito mengatakan keduanya merupakan anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah sel Bandung Raya. JAD merupakan jaringan yang berafiliasi dengan ISIS.
"Mereka berdua tergabung dalam JAD. Ini adalah pendukung utama dari ISIA. Kedua orang ini masuk ke dalam jaringan Bandung raya, penyerangan ini sudah direncanakan oleh mereka," tambah Tito.
Tag
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April