News / Nasional
Selasa, 06 Juni 2017 | 11:58 WIB
Qatar Airways. (Shutterstock)

Suara.com - Sebanyak 65 jamaah umrah Indonesia terkena dampak krisis diplomatik di kawasan Timur Tengah. Sedianya mereka berangkat berhaji naik Maskapai Qatar Airways, tapi tidak jadi naik pesawat itu.

Ke-65 jemaah itu dipindah ke maskapai lain. Sebab ada larangan terbang bagi maskapai tersebut dari dan ke sejumlah negara Timur Tengah.

Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi Endah Murni mengatakan sebanyak 20 jamaah telah dipindahkan ke Maskapai Saudi Airlines, Senin (5/6/2017) malam dan 45 jamaah telah dipindahkan ke maskapai Garuda Indonesia pada Selasa (6/6/2017) pagi.

"Kita 'stressing' (menekankan) untuk melindungi jamaah umrah yang lewat Doha dan sejauh ini sudah tertangani," ujarnya.

Dia menyebutkan saat ini jamaah yang sudah mendapatkan visa untuk terbang ke Arab Saudi dan melewati Doha sebanyak 200 orang.

"Untuk data penumpang ke depannya, kita mintakan per hari, Qatar juga menawarkan dua opsi apakah 'full refund' (dikembalikan seluruhnya) atau dialihkan ke maskapai lain," ucapnya.

Kristi mengatakan saat ini pihaknya tengah mengirimkan inspektur ke lapangan untuk mengantisipasi apabila terdapat penumpang yang tak tertangani.

Dia juga mengatakan akan terus memonitor untuk penerbangan lanjutan dari Qatar ke negara lain karena saat ini terdapat empat negara yang melarang penerbangan dari dari ke Qatar, yaitu Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab.

"Untuk penerbangan berikut masih dicari datanya karena pihak Qatar sendiri belum tahu sampai kapan larangan ini diberlakukan," imbuhnya.

Baca Juga: Iran Tuding Trump Dalang Krisis Diplomatik Qatar

Larangan terbang tersebut menyusul pemutusan diplomatik oleh Arab Aaudi, Mesir, Uni Emirat Arab dengan Qatar karena Qatar diduga mendukung kegiatan terorisme. (Antara)

Load More