Suara.com - Helikopter jenis Puma Bell yang ditumpangi Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama rombongan dari Makassar dengan tujuan Kabupaten Sinjai terpaksa mendarat darurat. Pendaratan dilakukan di Desa Bontoparang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.
Pendaratan darurat itu lantaran cuaca buruk.
"Kondisi hujan deras sepanjang hari ini tidak memungkinkan untuk mendarat di Kabupaten Sinjai, sehingga Pak Gubernur terpaksa mendarat darurat di Takalar," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulsel Devo Khadafi yang dihubungi, Minggu (11/6/2017).
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan meninjau lokasi banjir dan longsor di beberapa tempat di Kabupaten Sinjai, Minggu.
Syahrul yang sebelumnya diharapkan kehadirannya mulai pukul 14.00 Wita, namun hingga pukul 15.00 Wita belum juga mendarat menggunakan helikopter.
"Agenda kunjungan gubernur ke Sinjai hari ini batal dilakukan karena kondisi cuaca," imbuhnya.
Prakiraan cuaca dari BMKG Wilayah IV Makassar menyebutkan kondisi cuaca di Sinjai hujan ringan.
Sebelumnya, jajaran Pemerintah Kabupaten Sinjai termasuk Bupati Sinjai Sabirin Yahya, Wakil Bupati Andi Fajar Yanwar serta Sekda Sinjai Taiyeb Mappasere telah menunggu pendaratan tersebut di lapangan samping Kantor Bupati Sinjai.
Walaupun batal ke Sinjai, namun Syahrul tetap akan menghadiri peringatan Nuzulul Qur'an se Sulsel di Masjid Agung Datuk Ditiro, Kabupaten Bulukumba.
Dari Takalar, Syahrul dan kepala dinas yang ikut melanjutkan perjalanan ke Bulukumba menggunakan kendaraan dari Pemkab Takalar. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru