Suara.com - Raef Badawi, terpidana kasus penghinaan polisi Arab Saudi mengajukan banding setelah dipenjara 5 tahun. Badawi adalah blogger yang mengkritik kepolisian Saudi.
Ayah 3 anak itu menuntut pembebasannya setelah dituduh menghina Islam. Badawi yang kini berusia 33 tahun, sebelumnya membentuk sebuah kelompok diskusi yang disebut Jaringan Internet Liberal Saudi.
Dia ditangkap Juni 2012 di atas tuduhan pelanggaran cybercrime. Blog Badawi sudah ditutup.
Badawi dijatuhi hukuman pada tahun 2014 dengan 1.000 cambuk dan 10 tahun penjara. Hukuman yang dijatuhkan ke Badawi memicu kemarahan internasional.
"Tidak adil jika ayah kita dipenjara, dia tidak membunuh siapa-siapa, dia hanya menciptakan sebuah blog. Ini bukan ilegal," kat putri kedua Badawi, Najwa dalam sebuah video yang dikeluarkan oleh Amnesty International.
Istri Badawi, Ensaf Haidar dan ketiga anaknya yang berusia 14, 10 dan 8 tahun telah tinggal di Provinsi Quebec, Kanada sejak 2013.
Pemerintah Quebec menegaskan kembali dukungannya terhadap Badawi dan mengatakan akan terus berupaya membebaskannya. Dukungan juga mengalir dari parlemen Eropa. (AFP)
Berita Terkait
-
Penjara untuk Ahok Belum Diputuskan, Merasa Tak Aman di Cipinang
-
Tiga Kesalahan Jaksa Kasus Ahok Versi Sekretaris PP Muhammadiyah
-
Jaksa Cabut Banding, Ahok Segera Resmi Jadi Narapidana
-
Menyusul Ahok, Kejaksaan Akhirnya Cabut Memori Banding
-
Unggahannya Diduga Hina Agama, Remaja Bekasi Diamankan Polisi
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Skandal Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta: 103 Anak Jadi Korban, DPR Desak Hukuman Maksimal