Suara.com - Forum Pemuda Muslim Kalimantan Barat (FPKMB) mendukung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin, untuk maju dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2019.
Koordinator FPMKB Ainur Hamidi, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa ((20/6/2017), mengatakan Indonesia kekinian membutuhkan tokoh pemimpin yang berlatar belakang santri dan orang yang dilahirkan di lingkungan religius dan pluralitas.
"Cak Imin adalah salah satu tokoh yang tepat untuk itu. Cak Imin sudah pas untuk ikut kontes pemilu. Sudah pas cak Imin jadi Wapres. Cak Imin adalah santri dan aktivis yang lahir di era reformasi, terdidik dengan bhineka tunggal ika, hidup dalam lingkungan yang religius moderat," kata Hamidi.
Cak Imin, lanjut dia, sudah terbukti berpengalaman di legislatif dan eksekutif serta sudah memberikan banyak manfaat kepada umat Islam Indonesia serta bangsa Indonesia umumnya.
Wakil Ketua Ansor Kota Pontianak Irham menilai, Cak Imin adalah sosok yang pas mendampingi Joko Widodo pada Pemilu karena selain berlatar belakang santri yang sangat kental keislammannya.
Tak hanya itu, Irham menuturkan sosok Cak Imin sebagai eksponen aktivis reformasi 1998 juga patut menjadi pertimbangan.
Sementara itu, praktisi Media dan juga cendekiawan Muslim Pontianak, Hasani Mubarok mengaku gelisah dengan kondisi Indonesia yang terlalu disibukan dengan konflik-konflik kampungan.
"Sudah saatnya kita membangun bangsa dari segala ketertinggalan dan berikhtiar mengawal kepemimpinan nasional yang tangguh," terangnya.
Baca Juga: NASA Rilis Daftar 10 Planet Baru yang Berpotensi Dihidupi Alien
Berita Terkait
-
Jokowi Tata Ulang Rencana "Full Day School", Begini Respon PBNU
-
Cerita Jokowi Sempat Khawatir Gaji ke-14 Belum Sampai ke Tentara
-
Gatot ke Jokowi: TNI Jangan Diragukan Lagi Bapak, Siap Digerakkan
-
Panglima TNI Berterima Kasih Jokowi Cairkan Gaji ke-14 Tentara
-
Jokowi Akan Revisi Peraturan Sekolah 5 Hari
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global
-
Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas