Suara.com - Perum DAMRI secara khusus menyiapkan puluhan bus untuk melayani penumpang lanjut usia, kaum perempuan, difabel, dan wanita hamil serta anak-anak yang turun di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.
Angkutan khusus itu untuk memfasilitasi penumpang yang datang dari Merak, Banten menuju Terminal Induk Rajabasa, Bandarlampung.
Bus khusus yang mulai dioperasikan Rabu (21/6/2017), hingga Kamis dini hari sudah masuk tujuh unit bus berkapasitas masing-masing 30 orang penumpang rute Terminal Pelabuhan Bakauheni menuju Terminal Rajabasa, Bandarlampung.
Menurut salah satu petugas layanan Bus DAMRI itu, Agus Siswanto, pihaknya menyiapkan puluhan bus khusus untuk melayani penumpang ibu hamil, lansia, balita dan difabel selama arus mudik Lebaran 2017 di Pelabuhan Bakauheni.
Tarif bus ber AC itu Rp30.000 per penumpang, selain dilayani awak bus juga dibantu sejumlah anggota Pramuka Saka Bhayangkara yang merupakan para pelajar SMK dari sekitar Bakauheni, Lampung Selatan.
Calon penumpang khusus itu sudah diarahkan oleh petugas sejak turun dari kapal feri berlayar dari Merak, Banten untuk menuju terminal khusus yang bersebelahan dengan kantor PT ASDP Indonesia Ferry, terpisah dari terminal bus umumnya.
Para penumpang yang menggunakan bus khusus itu, umumnya penumpang yang membawa anak-anak, lansia, wanita hamil dan difabel dalam rombongan.
Sedikitnya 20-an Bus DAMRI disiapkan untuk melayani pemudik menjelang puncak arus mudik Lebaran 2017 ini. Menurut petugas layanan, dimungkinkan bus dtambah bila diperlukan agar seluruh penumpang dapat terlayani dengan baik.
Calon penumpang bus itu, diata terlebih dahulu oleh petugas dibantu anggota Pramuka, kemudian bagi yang hendak berisitrahat disiapkan tempat duduk dan disediakan air mineral.
Bagi anak-anak disiapkan pula sejumlah permainan berupa mobil-mobilan dan kuda-kudaan yang dapat digunakan sambil menunggu naik ke bus yang akan mengangkut mereka ke Terminal Induk Rajabasa, Bandarlampung menuju tempat mudik masing-masing.
Pemudik dari Merak, Banten yang turun di Pelabuhan Bakauheni selanjutkan diangkut ke Terminal Rajabasa untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Selain Bus DAMRI, disediakan pula sejumlah transportasi bus umum dari beragam perusahaan otobus serta angkutan antarjemput penumpang dengan kendaraan angkutan travel maupun ojek sepeda motor di terminal Pelabuhan Bakauheni dengan tarif bervariasi mulai dari Rp25.000 hingga Rp40.000 dan Rp50.000 per penumpang. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi
-
OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah
-
Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia
-
Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK
-
KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan
-
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK
-
Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak
-
Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran