Suara.com - Menjadi pangeran, bangsawan, atau keluarga kerajaan mungkin jadi impian banyak orang. Tetapi Pangeran Harry dari Inggris, yang kini berusia 32 tahun, justru merasa sebaliknya.
Putra Pangeran Charles, yang kini berada di urutan kelima dalam daftar calon Raja Inggris itu, mengatakan bahwa ia sempat ingin keluar dari salah satu keluarga bangsawan paling berpengaruh di dunia itu.
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Mail on Sunday, cucu Ratu Elizabeth itu mengatakan ia sempat berpikir untuk melepas status kebangsawanannya dan menjadi rakyat jelata.
"Saya merasa ingin keluar, tetapi belakangan memutuskan untuk tetap menjadi bangsawan dan memilih peran saya sendiri," kata dia.
Ia juga mengaku bahwa masuk militer adalah saat-saat paling membahagiakan, karena bisa jauh dari kehidupan kerajaan.
"Saya merasa sangat kesal. Tetapi masuk angkatan bersenjata adalah pelarian terbaik yang pernah saya alami. Saya merasa benar-benar bisa berbuat sesuatu," jelas Harry.
"Saya bisa memiliki pemahaman yang lebih luas tentang berbagai macam orang dari beragam latar belakang dan merasa sebagai bagian dari sebuah tim," imbuh dia.
Sejak saat itu, Harry giat bekerja di berbagai institusi sosial, termasuk yang bergerak dalam gerakan mendukung para veteran serta eks tentara yang mengalami masalah mental.
Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan Newsweek, Harry mengatakan bahwa tak seorang pun di keluarga kerajaan Inggris yang benar-benar ingin menjadi raja atau ratu.
"Apakah benar ada anggota keluarga kerajaan yang ini menjadi raja atau ratu? Saya kira tidak," kata dia.
Meski demikian ia mengatakan bahwa keluarganya "akan tetap menjalankan tugas mereka di waktu yang tepat." Ia juga menambahkan bahwa keluarga kerajaan Inggris mengambil peran mereka "bukan untuk diri mereka sendiri, tetapi untuk kepentingan yang lebih besar."
Berita Terkait
-
Terlibat Epstein Files? Kerajaan Inggris Buka Suara setelah Prince Andrew Ditangkap
-
Etika Trump Dipertanyakan! Raja Charles III Dibelakangi saat Kunjungan Kenegaraan
-
Segini Kekayaan Pangeran Harry yang Gelar Kerajaannya Bakal Dicabut
-
'With Love, Meghan' dan Transformasi Meghan Sussex di Netflix
-
Pangeran Harry Tegaskan Tak Akan Kembali ke Kerajaan, Ternyata Ini Alasannya!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias