Suara.com - Senja dengan cuaca yang cerah berawan menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Ankara, Turki, untuk memulai kunjungan kenegaraan di negara tersebut.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Ibu Negara tiba di Bandara Esenboga Havalimani Ankara, Turki, Rabu sekitar pukul 19.30 waktu setempat atau sekitar pukul 23.30 WIB.
Cuaca cerah berawan dengan suhu 28 derajat celcius dan matahari yang bersinar terik menyambut kedatangan Presiden Ketujuh RI tersebut meskipun waktu telah menunjukkan waktu malam jika dibandingkan dengan Jakarta.
Sejumlah pejabat yang tampak turut serta menyambut kedatangan Presiden Jokowi di antaranya Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki Wardana, Atase Pertahanan Kol Laut (S) Yusliandi Ginting, dan Deputy Prime Minister Turki Nurettin Canikli.
Sedangkan sejumlah pejabat dan menteri yang turut serta dalam rombongan Presiden Jokowi di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Plt Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andri Hadi, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan Plt Deputi Bidang Protokol, Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Ari Setiawan.
Menurut rencana, Presiden Jokowi akan melaksanakan delapan agenda dalam kunjungan kerjanya di Turki.
Presiden Jokowi juga akan disambut dengan upacara kenegaraan oleh Presiden Turki Erdogan di istana presiden atau yang dikenal sebagai White Palace.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan Presiden Jokowi terlebih dahulu juga akan mengunjungi Mauseleum Ataturk dan Masjid Kocetepe sebelum disambut upacara kenegaraan di White Palace oleh Presiden Erdogan.
"Acara resmi akan dimulai dengan penyambutan kenegaraan oleh Presiden Turki kemudian dilanjutkan pertemuan yang sifatnya lebih terbatas yaitu pertemuan tete-a-tete atau empat mata yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral secara lebih luas," kata Retno LP Marsudi. (Antara)
Berita Terkait
-
Demokrat Tegaskan SBY Difitnah, Ancam Penjarakan Akun TikTok Penyebar Isu Ijazah Jokowi
-
Andi Arief: SBY Terganggu Difitnah Jadi Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi
-
Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf
-
Mengapa SBY Ingin Tempuh Jalur Hukum Soal Tudingan Dalang Ijazah Palsu Jokowi? Ini Penjelasan Analis
-
Difitnah Isu Ijazah Jokowi, Andi Arief: Pak SBY Terganggu, Kemungkinan Bakal Ambil Langkah Hukum
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
BNI Dukung Danantara Hadirkan Hunian Layak bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
-
Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas
-
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Kejagung Tegaskan Siap Laksanakan
-
Jawaban Dasco Setelah Dengarkan Curhat Pilu Bupati Aceh Utara Ayahwa
-
Ciptakan Ruang Aman Pascabencana, 'Zona Anak' Hadir di Aceh Tamiang
-
Tinggi Air Pintu Pasar Ikan Turun, Genangan Rob di Depan JIS Ikut Surut
-
Luka Lama di Tahun Baru: Saat Pesta Rakyat Jakarta Berubah Jadi Arena Tawuran
-
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku Hari Ini, DPR: Selamat Menikmati!
-
Ikrar Nusa Bakti Desak Prabowo Segera Reshuffle Kabinet
-
Roy Suryo Siapkan Gibran Black Paper, Soroti Riwayat Pendidikan hingga Legalitas Ijazah Wapres