Suara.com - Sejumlah orang yang mengatasnamakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Badan Hukum menyatakan dukungan terhadap DPR yang mebentuk Panitia khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus KPK).
Berbeda dengan Iluni UI yang mendukung KPK, Iluni UI Badan Hukum ini justru menyatakan dukungannya terhadap pansus saat melakukan audiensi dengan DPR, Jumat (7/7/2017).
Staf Khusus Iluni UI Badan HUkum Ramli Kamidin mengatakan, pansus itu dibentuk karena KPK selama ini gagal memberantas korupsi.
"Ini kegagalan luar biasa, 15 tahun sejak KPK didirikan, korupsi justru bertambah, bukan berkurang," kata Ramli.
Dia mengklaim, pansus itu tidak bermaksud mengintervensi KPK dalam menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan anggota DPR.
Pada hari yang sama, Iluni UI, BEM UI dan Gerakan Anti Korupsi menggelar aksi di depan gedung DPR untuk memprotes pembentukan Pansus KPK.
Dalam tuntutannya, aksi ini menyatakan menolak intervensi DPD pada proses penegakan hukum yang sedang dilakukan KPK. Mereja juga menolak semua upaya pelemahan pemberantasan korupsi.
Aksi massa itu juga mendesak Presiden Joko Widodo mengambil sikap tegas melawan upaya pelemahan pemberantasan korupsi.
Baca Juga: 8 Jam Diperiksa, Hary Tanoe Tetap Bantah Ancam Jaksa Yulianto
Iluni UI Abal-abal?
Humas Iluni Berbadan Hukum, Muhammad Riski, membantah ada perpecahan di lingkungan alumni UI lantaran terdapat dua organisasi bernama hampir serupa tapi saling berbeda pendapat.
Riski bahkan mengklaim Iluni UI yang menolak Pansus KPK adalah lembaga abal-abal.
"Iluni UI cuma ada satu, yang di luar (aksi dukung KPK) itu yang abal-abal, sempalan,” tudingnya.
Riski kembali mengklaim organisasinya merupakan Iluni UI yang sah karena ada embel-embel badan hukum.
"Kami berbadan hukum, kalau yang di depan (ikut aksi anti-pansus) tidak tau deh," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?