Suara.com - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menulusuri rumah-rumah kos. Kegiatan ini untuk menemukan pengguna narkoba, dengan menggelar tes urin bagi setiap penghuninya.
"Kegiatan ini digelar bersama personel Satuan Pamong Praja Pemerintah Kota Surabaya, Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya dan Garnisun Tetap III Surabaya, sekaligus untuk memperingati Hari Antinarkoba Internasional," ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Ronni Faisal di sela memimpin razia, Senin (10/7/2017).
Para petugas menelusuri rumah-rumah kos di kawasan Jalan Petemon Barat dan Dukuh Kupang Barat dan mewajibkan seluruh penghuninya untuk dites urin.
"Kegiatan hari ini hanya menemukan seorang perempuan berinisial RM, usia 21 tahun, penghuni kos di Jalan Petemon Barat, yang dari hasil tes urinnya diketahui positif sebagai pengguna narkoba," katanya.
Menurut dia, di kamar kos perempuan berusia 21 tahun itu ditemukan sejumlah barang bukti berupa klip plastik, dua sedotan, sebuah korek api gas, dan sebuah botol alkohol.
"Pada barang bukti klip plastik yang kami temukan di kamarnya terdapat sisa narkoba jenis sabu-sabu," ujarnya.
Petugas hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap perempuan asal Padang Ratu, Lampung Utara, itu.
Ronni mengatakan, dipilihnya rumah-rumah kos sebagai sasaran razia karena tempat itu dinilai rentan digunakan oleh pengguna narkoba.
Kalau memungkinkan, lanjut dia, kepada penghuni kos yang berdasarkan hasil ter urinnya terbukti sebagai pengguna narkoba, akan dilakukan penanganan pembinaan berupa rehabilitasi.
Baca Juga: Kena Razia Gabungan, Begini Hasil Tes Urine Gading dan Gisel
Dia memastikan kegiatan razia narkoba di rumah-rumah kos akan terus dilakukan secara rutin.
"Karena peredaran narkoba di Surabaya terbilang sudah mulai marak. Maka razia semacam ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan, tentunya bersama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya maupun Provinsi Jawa Timur," ucapnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin