Suara.com - Mahasiswa Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat, melakukan aksi solidaritas untuk rekan mereka Farhan. Farhan merupakan mahasiswa berkebutuhan khusus yang videonya tengah menjadi di-bully sejumlah mahasiswa lain, viral di media sosial.
Aksi bullying tersebut ramai diperbincangkan warganet. Kecaman terhadap sejumlah mahasiswa yang menjadikan Farhan bulan-bulanan datang bertubi-tubi.
Menurut keterangan salah satu mahasiswa kepada Suara.com, kasus bullying tersebut membuat para mahasiswa Gunadarma prihatin. Mereka pun menggalang aksi untuk mendukung Farhan.
Mulai hari Minggu kemarin, muncul aksi solidaritas untuk Farhan. Mahasiswa diajak untuk membuat video berdurasi 10 detik dengan menyebutkan nama dan menyampaikan dukungan moral kepada Farhan.
Aksi dengan hastag #GunadarmaAntiBullying dan SolidaritasUntukFarhan sekaligus untuk menegaskan bahwa kampus ini tidak menoleransi aksi bullying.
Jika tak ada aral melintang, hari Senin ini, mahasiswa akan melakukan aki damai dan aksi solidaritas di kampus.
Ihwal kasus ini dari viral video berjudul "lmparan tong sampah maut." Dalam video tersebut, terekam seorang mahasiswa yang diduga berkebutuhan khusus tengah diganggu oleh beberapa mahasiswa.
Tas punggung yang dikenakan mahasiswa malang itu terlihat ditarik-tarik oleh mahasiswa lain, sementara sejumlah besar mahasiswa dan mahasiswi hanya menyaksikan. Beberapa orang bahkan terdengar bersorak dan terlihat bertepuk tangan.
Di penghujung video, tampak tempat sampah melayang dan mengenai salah satu mahasiswa.
Berita Terkait
-
Classmate: Korban Bullying yang Dicintai oleh Hantu Penunggu Gedung Sekolah
-
Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah
-
Miris! Ternyata Cuma 46 Persen Kasus Bullying di Sekolah yang Berhasil Tuntas
-
Sentil Budaya Rangking, Menteri Abdul Muti: Membandingkan Nilai Murid Itu Pemicu Bullying
-
Pernah Jadi Korban Bullying, Rapper Dindin Beberkan Kisah Pilu saat SMA
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur
-
Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas
-
Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas
-
Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan
-
Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian
-
Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan