Suara.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh menilai pembukaan lahan untuk kelapa sawit dengan cara membakar menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sebagian wilayah Aceh.
"Pemerintah Aceh tidak boleh lagi anggarkan dana pengadaan bibit sawit jika ingin terbebas dari ancaman karhutla setiap tahun," kata Direktur Walhi Aceh Muhammad Nur di Banda Aceh, Selasa.
Hal itu mengingat, lanjut dia, metode membuka lahan tanpa harus membakar belum bisa diterapkan.
Dewasa ini, sedikitnya ada tiga opsi yang bisa dipakai membuka lahan tanpa harus membakar, seperti menggunakan alat berat. Namun, hal ini akan memakan biaya relaif besar.
Selain itu, mengeringkan tanaman dengan mengumpulkan di dalam drum berukuran besar untuk dibakar. Berikutnya, menggunakan bahan-bahan biologis, seperti larutan organik dan bakteri, sebagai pengurai dekomposisi.
"Metode dengan cara bakar, memang lebih mudah dan murah, tetapi dampak jangka panjang yang merugikan. Selain rawan kebakaran, tanah makin kering dan gersang," katanya.
Apalagi, kata Nur, kalau melihat dampak kebakaran lahan bagi kesehatan, terutama anak-anak terkena inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) gara-gara menghirup asap.
Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, telah melaporkan setidaknya 23 orang di daerah itu menderita ISPA dalam sepekan terakhir "Kami belum temukan perusahaan terlibat atas kebakaran lahan, kecuali warga setempat yang membakar," katanya.
Tercatat Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Aceh akan membuka 2.000 hektare lahan perkebunan sawit baru di tujuh kabupaten/kota di Aceh untuk mempercepat pencapaian pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kepala Disbun Provinsi Aceh Jailani A. Bakar mengatakan bahwa perkebunan diprioritaskan bagi daerah yang berpotensial dalam program dana reguler dan reintegrasi sesuai ketersediaan APBA perkebunan sawit rakyat.
"Ada sekitar 2.000 hektare kebun sawit mengunakan dana APBA. Kami belum ada petunjuk tentang moratorium. Secara nasional, saya pikir masih dalam skala prioritas pengembangan," ucapnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
KPPPA Respons Pengakuan Aurelie Moeremans soal Child Grooming: Korban Harus Berani Speak Up!
-
Duka Banjir Cilincing, Pramono Anung Janji Beri Bantuan Usai 3 Warga Tewas Tersengat Listrik
-
Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker
-
47 Hari Pascabanjir, Aceh Tamiang Masih Terjebak Krisis Kesehatan dan Air Bersih
-
Gugatan Dikabulkan, Komisi Informasi Pusat Wajibkan KPU Serahkan Salinan Ijazah Jokowi
-
BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta Hari Ini
-
Fauzan Ohorella Soroti Kasus Ijazah Jokowi yang Mandek, Polda Metro Jaya Diminta Bertindak Tegas
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional