Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto menjelaskan secara gamblang terkait kasus beras yang melibatkan PT Ibu (Indonesia Beras Unggul). Dia mengatakan selama ini terjadi kesimpangsiuran informasi yang beredar di masyarakat.
Kata dia, yang beredar di masyarakat adalah Polisi mempermasalahkan PT. IBU karena menjual beras kepada konsumen dengan harga yang mahal, membeli padi dengan harga yang tinggi dari pertani sehingga merugikan pihak penggilingan.
"Di wilayah Karawang ada harga beras yang berbeda. Di pasar kita teliti juga ada sekian merek, ada merek yang berbeda dari beras yang ada dalam karung dengan komposisi yang ada di labelnya. Kita teliti ini dua merek berbeda, itu apa maksudnya, itu kita temukan di Bekasi ternyata PT IBU," kata Ari Dono di gedung Ombudsmen RI, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2017).
Temuan terkait adanya perbedaan jenis beras dengan yang tertulis di label tersebut setelah mendapat hasil pemeriksaan sampel di laboratorium Polri. Dan menurut dia, jumlah beras yang dimiliki PT IBU mencapai 1661 ton.
"Karena jumlah besar kita informasikan ke pimpinan. Sekarang sudah lanjut ke penyelidikan kita sudah temukan dua bukti permulaan yang cukup di lapangan. Dari penyelidikan kita tingkatkan ke penyidikan," kata Ari Dono.
Meski sudah menaikan kasus tersebut ke tingkat penyidikan, dia belum bisa menentukan tersangkanya. Sebab, untuk memastikan hal tersebut harus berdasarkan hasil penelitian terlebih dahulu.
"Penyidik tidak menyalahkan, kita baru temukan bukti-bukti ini dari hasil labaoratorium, sudah kita temukan, yang dipanggil juga harus datang, dari situ nanti disimpulkan siapa tersangkanya," kata Ari Dono.
Sementara terkait operasi yang dilakukan oleh Satgas pangan tersebut, Ari Dono menegaskan tidak hanya dilakukan di Karawang, Jawa Barat. Kata dia operasi dalam rangka untuk menjaga stabilitas pasokan beras bagi konsumen tersebut dilakukan di seluruh Indonesia.
"Perlu saya sampaikan disni bahwa kegiatan ini bukan hanya di PT IBU. Ini kegiatan dari satgas pangan yang sudah ada. Dari evaluasi, ada 250 kasus pangan yang dikendalikan, untuk jenis komoditi beras yang banyak masalah, ada 41 dengan berbagai modus, oplos kemudian pemutih. Ada berbagai macam kasus, kita kumpulkan semua direktur ekonomi khusus, itu kita tingkatkan jangan sampai ada kelangkaan, ini ada panen raya jangan sampai beras tidak ada, kemudian nanti pengaruh dengan keberadaan dan harga," kata Ari Dono.
Baca Juga: KPPU Minta Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Beras
Oleh karena itu, dia meminta agar tidak menyebarkan informasi kepada publik seolah-olah operasi tersebut hanya terjadi di PT. IBU
"Mungkin karena Karawang lebih dekat, makanya media angkat terus. Sebenarnya ada juga di Sumatera Utara, ada kasus beras gunakan pemutih," kata Ari Dono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Kiprah Norman Joesoef, Sosok Kunci Kerja Sama Drone Baykar dan Rudal BrahMos dengan Indonesia
-
Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?
-
5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos
-
Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat
-
Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut
-
Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?
-
8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar
-
3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara