Suara.com - Sudah hampir sembilan bulan, kasus kematian misterius mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ari Yani Puspo Arum (22), belum berhasil diungkap polisi. Puspo Arum ditemukan meninggal dunia bersimbah darah di rumah kos, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada 9 Oktober 2017.
Keluarga Puspo Arum masih menanti janji polisi mengungkap kasus anaknya. Ayahanda Puspo Arum, Kasim Effendi, tetap berharap kepada polisi.
"Sekarang sih saya pasrah, serahkan semuanya kepada polisi. Saya juga kan nggak punya wewenang apa-apa. Saya percayakan kepada polisi," kata Kasim kepada Suara.com, Rabu (2/8/2017)
Kasim tak pernah bosan untuk menanyakan perkembangan penyelidikan kasus kematian anaknya. Kasus tersebut ditangani anggota Polsek Kebon Jeruk.
"Sekarang saya menunggu-nunggu aja. Yang penting saya terus tanyakan kepada kepolisian," kata dia.
Di hati kecil, ada kekhawatiran kasus anaknya tak terungkap karena tertutup kasus-kasus lain yang sedang ditangani polisi. Dia mengapresiasi media yang tetap menulis berita ini.
"Saya ingatkan kepada polisi. Karena banyak kasus lain takutnya kasus anak saya tertutupi. Mungkin bisa dibantu media, untuk mengingatkan dia (polisi)," kata Kasim.
Suatu hari, Kasim benar-benar takut penyelidikan kasus putri tercintanya tak dilanjutkan karena Kapolsek Kebon Jeruk Komisaris Lambe Patabang Birana dimutasi.
"Saya takutnya itu penyidiknya pada dimutasi pas kapolseknya diganti, terus kasus anak saya jadi terbengkalai," kata dia.
Tetapi, Kasim kembali lega setelah anggota polisi yang diteleponnya pada Selasa (1/8/2017), kemarin, memastikan bahwa kasus tetap dilanjutkan oleh kepala polisi yang baru.
"Ya pak, tetap diusahakan dari kepolisian. Kalau tetap percaya ke saya (polisi), tetap terus kami usahakan pak, walaupun kapolseknya sudah ganti, tetap timnya lanjutin, bapak jangan takut," kata Kasim menirukan pernyataan anggota polisi tersebut.
Dijanjikan
Kasim mengungkapkan dari informasi terakhir yang diterima dari polisi, belum dapat memastikan apakah Puspo Arum dibunuh atau tidak.
"Justru itu kepolisian belum ada kepastian mengarah ke situ (pembunuhan). Jadi polisi juga masih belum tahu, motif pembunuhan ini. Jadi yang disampaikan ke saya, ya lagi dicari, lagi dicari. Janjinya cuma bilang lagi di cari," katanya.
Untuk kepentingan penyelidikan, polisi meminta Kasim untuk menyerahkan buku tabungan Puspo Arum. Dari penelusuran terhadap transaksi keuangan, dipastikan tak ada kaitan dengan kasus atau tak ada transaksi yang mencurigakan.
Tag
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan