Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mengatakan penyidik KPK pernah memeriksa Direktur PT. Biomorf Lone LLC Johannes Marliem sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik. Namun, Marliem tidak kooperatif dengan penyidik.
"Iya, pernah, sudah dijelaskan oleh Mas Febri ya. Dianya nggak mau (di-BAP)," kata Agus di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (17/8/2017).
Agus belum bisa memastikan apakah kematian Marliem di Amerika Serikat belum lama ini berkaitan dengan kasus e-KTP atau tidak.
Untuk mengusut hal itu, dia menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas yang berwenang di Amerika Serikat.
"Kita belum tahu, biar otoritas disana yang melakukan penyelidikan," kata Agus.
Agus belum bisa memastikan apakah dengan meninggalnya Marliem, kasusnya ikut ditutup atau tidak.
"Dia (pihak AS) akan menemukan banyak hal pasti, nanti kita hubungkan setelah ada komunikasi dari mereka lagi, kan pasti mereka menghubungi kita lagi," kata Agus.
Marliem dalam dakwaan Irman dan Sugiharto disebut sebagai penyedia produk automated finger print identification system merek L-1 yang digunakan dalam proyek e-KTP. Dia mendapatkan jatah dari proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut sebesar 14.880.000 dollar AS dan Rp25.242.546.892.
Berita Terkait
-
Tetap Berstatus Kader, Golkar Senang Setnov Bebas: Secara Prosedur Semuanya Memenuhi Syarat
-
Setnov Bebas: Misteri Kematian Johannes Marliem dan Rekaman 500 GB Bukti Korupsi e-KTP
-
Blak-blakan! Ketua KPK Sebut Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Kurang Adil, Kenapa?
-
Setya Novanto Hirup Udara Bebas: Preseden Buruk Bagi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
-
Setya Novanto Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Dosa Korupsi E-KTP: Itu Kejahatan Serius!
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura
-
Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen
-
Kasus Lagu 'Di Antara Kata' Memanas, Syahravi Balik Laporkan Fariz RM ke Polisi
-
Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi
-
Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan
-
Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak