Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung bergerak cepat mengusut kasus dugaan suap terhadap Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Antonius Tonny Budiono. Hari ini, Jumat (25/8/2017), KPK langsung menggeledah empat lokasi yang berada di Jakarta.
Empat lokasi tersebut meliputi Ruang kerja Dirjen Hubla di Gedung Karsa Kementerian Perhubungan, Mess yang ditempati tersangka Dirjen Hubla di Jalan Gunung Sahari, Apartemen, tempat kediaman tersangka Adiputra Kurniawan di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat, dan Kantor PT Adhiguna Keruktama di daerah Sunter, Jakarta Utara.
"Dua tim Satgas penyidik KPK menggeledah 4 lokasi sejak malam hingga siang ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (25/8/2017).
Febri mengatakan dari hasil penggeledahan itu KPK menyita sejumlah dokumen terkait perkara tersebut. Selain itu, KPK juga mengamankan barang bukti elektronik berupa CCTV (Closed Circuit Television).
"Ke-4 lokasi telah selesai digeledah, dari lokasi penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik (CCTV)," tambahnya.
Diketahui, KPK telah menetapkan Tonny dan Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adiputra Kurniawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait perizinan dan proyek-proyek di Direktorat Jenderal Hubla, Kemenhub Tahun 2016-2017.
Tonny diduga menerima uang suap dari Kurniawan sebsar Rp20,74 miliar. Uang tersebut disinyalir untuk memuluskan PT Adhiguna dalam mengerjakan proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.
Kedua tersangka telah ditahan oleh KPK pasca Operasi tangkap tangan pada Rabu (23/8/2017) malam dan Kamis (24/8/2017) siang. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang cash senilai Rp18,9 miliar yang terisi dalam 33 tas ransel. KPK juga menyita empat kartu ATM dimana uang yang tersisa di dalamnya senilai Rp1,174 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?