Amanda Lim, atlet renang Singapura yang berlaga di SEA Games 2017 Kuala Lumpur jadi sorotan pada Sabtu pekan lalu ketika merebut medali emas kelimanya di nomor gaya bebas 50 meter. Amanda bahkan kembali meraih emas bersama tim renang gaya bebas 4x100, 21 Agustus lalu.
Namun, emas-emas itu belum cukup bagi perenang 24 tahun itu. Ia merasa masih ada pekerjaan yang belum ia selesaikan di Kuala Lumpur.
Hal itu ia sampaikan lewat postingan Facebooknya Senin (28/8/2017) malam. Amanda ternyata merasa terbeban karena belum memberikan apresiasi bagi seorang gadis kecil yang sudah memberikan dukungan baginya di tribun gelanggang renang National Aquatic Centre, Bukit Jalil, tempatnya berlaga hari Sabtu.
Gadis kecil itu, menurut Amanda, amat bersemangat mendukungnya dari tribun. Si gadis kecil bahkan bergegas menuruni tribun untuk meminta boneka maskot SEA Games yang dilambaikan Amanda ke para pendukungnya di tribun.
Namun, Amanda mengakui, saat itu perhatiannya tertuju pada pihak keluarga. Ia sibuk berterimakasih kepada kerabat yang memberikan dukungan. Alhasil, ia tidak melihat si gadis kecil begitu berharap mendapat boneka maskot darinya.
Beruntung, ada kamera yang merekam si gadis kecil dan Amanda pun mengetahui dirinya telah mengecewakan seorang pendukungnya setelah melihat rekaman tersebut.
“Maaf saya tidak melihat kamu bergegas turun setelah upacara kemenangan,” tulis Amanda di Facebook.
“Mungkin karena rasa gembira membuat saya hanya memandangi keluarga saya di antara kerumunan,” sambungnya.
Oleh karena itu, melalui postingan Facebook tersebut, Amanda berharap ada netizen yang bisa mengenali identitas gadis kecil itu. Tujuannya, agar ia bisa mengirim boneka maskot “Rimau” itu kepada si gadis kecil sebagai tanda terima kasih atas apresiasi yang ia berikan kepada Amanda.
Suara.com -
“Tolong sebarkan postingan ini dan hubungi keluarga dan kerabat kalian untuk mencari bantuan!! Kirimi saya pesan jika kalian mengenal siapa dia (si gadis kecil),” tambah Amanda. (CNA)
Berita Terkait
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat dari Polri, Jadi Briptu
-
Kisah Muhamad Alfiana, Pegawai Honorer yang Tampil di Liga Hoki Jerman
-
Boni Hargens: Rekrut Atlet SEA Games Bukti Komitmen Moral Kapolri Listyo Sigit
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan