Suara.com - Komisioner Ombudsman RI Alvin Lie mengatakan sejumlah Kementerian yang ada saat ini memiliki staf khusus yang begitu banyak. Padahal, sejatinya untuk membantu seorang menteri dibutuhkan 3 orang staf khusus saja.
"Ada beberapa. Sekarang semakin parah. Mungkin 30 persen dari jumlah kementerian," kata Albin saat mengelar acara' Ngopi Barwng Ombudsman' RI di Gedung Ombudsman, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (31/8/2017).
Kata Alvin, jumlah staf khusus menteri yang menumpuk tersebut dapat menyebabkan anggaran kementerian makin membengkak. Sebab, 3 orang staf khusus yang diangkat menteri tersebut juga membawa stafnya masing-masing.
"Menteri itu kan bisa mengangkat stafsus. Ada yang berdasarkan keahliannya. Ada juga dari partainya. Masalahnya staf khusus ini mereka membawa staf lagi, pemborosannya cukup besar. Dalam pekerjaan sehari-harinya mereka seolah-olah menjadi pejabat struktural," kata Alvin.
Namun, hal yang paling ditakuti menurut Alvin adalah sikap dari Staf khusus menteri yang bisa mengintervensi pejabat struktural dalam kementerian tersebut.
"Mereka berani membuat keputusan, memarahi pejabat struktural, padahal mereka tidak punya hak di sana. Mereka hanya memberikan masukan kepada menteri," katanta.
Alvin mengatakan apabila tidak diperhatikan dengan serius, maka pemerintahan Joko Widodo dapat dirusak oleh ulah para staf khusus tersebut. Sebab, saat mengintervensi pejabat struktural di sebuah kementerian, mereka selalu membawa nama menteri.
"Saya khawatir ini akan merugikan pemerintahan Jokowi, kalau menteri-menterinya tidak dapat mengendalikan para stafsusnya," kata Alvin.
Alvin mengatakan terkait masalah tersebut, sudah banyak pejabat kementerian yang mengeluhkannya.
Baca Juga: Dipanggil Ombudsman Soal Meikarta, Lippo Group Absen
"Ini temuan langsung Ombudsman. Jadi ada beberapa pejabat struktural secara informal mengeluh. Karena di kementeriannya kondisinya seperti ini. Tapi mereka belum berani secara formal melapor," kata dia.
Lebih lanjut Alvin mengatakan Ombudsman akan terus menyelidiki kejadian serupa di setiap kementerian.
"Kami ingin mencari informasi lebih lanjut tentang peraturan dan prakteknya di setiap kementerian ada berapa. Baru nanti kami mencari informasi yang lebih dalam lagi yaitu peran sehari-hari," tutup Alvin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel
-
Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!
-
7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya
-
Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan
-
Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas
-
Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!
-
Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI
-
Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan
-
Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja