Suara.com - Seorang dari 12 korban keracunan (overdosis atau OD) minuman keras yang dirawat di RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (3/9), tewas setelah hampir 12 jam mendapat perawatan kegawatdaruratan di rumah sakit umum daerah tersebut.
Agus Setiawan (25), nama pemuda korban OD tewas asal Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung itu, sempat diterapi menggunakan cairan alkohol "Jack Denils" oleh tim medis di ruang "red zone" Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Iskak guna mengurangi dampak keracunan methanol yang dialaminya, namun tetap tidak tertolong.
"Kondisi korban memang sudah buruk sejak masuk IGD. Tim medis sudah berupaya maksimal, namun racun methanol sepertinya sudah terlanjur menyebar ke seluruh aliran darah hingga masuk ke saraf-saraf otak," kata Kepala Bagian Pemasaran dan Informasi RSUD dr Iskak, Mochammad Rifai, seperti diwartakan Antara.
Mengutip penjelasan dokter jaga yang menangani kasus tersebut, Rifai memastikan penyebab keracunan massal yang dialami belasan pemuda asal kelurahan Tertek dan Tamanan, Kota Tulungagung adalah cairan methanol, istilah lain dari gas spiritus yang biasa digunakan untuk menyalakan lampu.
Menurut Rifai, zat methanol ditemukan pada seluruh sampel cairan dan darah korban, baik yang meninggal atas nama Agus Setiawan maupun 12 korban keracunan minuman keras lain.
"Semua minuman keras mengandung zat methanol ini, namun dalam kadar tertentu apalagi melebihi hingga 50 persen zat ini akan sangat berbahaya dan beracun bagi tubuh," katanya.
Setelah dinyatakan meninggal dunia pada Minggu pagi, jasad Agus Setiawan segera diotopsi di intslasi pemulasaraan jenazah (IPJ) RSUD dr Iskak oleh tim medis untuk memastikan penyebab kematian pemuda yang biasa disapa Gogon tersebut.
Proses otopsi selesai pada Minggu siang dan jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung.
"11 korban OD lain kondisinya sudah membaik namun masih dirawat di rumah sakit. Semoga tidak ada korban tambahan lagi," ujar Rifai.
Baca Juga: Suporter Garuda Tewas Kena Petasan, Polisi Bantah Kecolongan
Slamet, keluarga Agus Setiawan menuturkan adiknya keracunan methanol berkadar tinggi usai mengikuti pesta minuman keras di pesta hajatan pernikahan tetangga sekaligus kerabat mereka, Yanto di jalan Diponegoro Gang IV, Kelurahan Tamanan, Tulungagung pada Kamis (31/8) malam.
Slamet tidak tahu persis kejadian yang dialami Agus Setiawan, namun ia mendapat informasi dari warga dan saksi mata bahwa pesta minuman keras dilakukan beramai-ramai, melibatkan puluhan pemuda dan warga dengan aneka minuman alkohol merek Alimi, Mansion House, dan Kuntul.
Selain dioplos dengan bahan minuman berkarbonasi merek coca-cola, polisi menduga minuman keras yang dikonsumsi adalah produk palsu sehingga kadar methanol dalam alkohol melebihi ambang batas dari ketentuan produk minuman beralkohol di Tanah Air.
"Bisa jadi begitu. Namun untuk kepastian apa yang menjadi penyebab keracunan ini masih kami selidiki, termasuk menunggu hasil analisi medis atas cairan para korban ini," kata Kabag Ops Polres Tulungagung Kompol Khairil.
Ia memastikan polisi telah mengambil sampel minuman keras di toko dimana minuman alkohol tersebut dibeli.
Sejumlah saksi di tempat kejadian serta pemilik rumah juga telah dimintai keterangan. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada penetapan tersangka.
"Kami sebatas meminta keterangan, semuanya masih sebatas saksi," kata Khairil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan