Suara.com - Mahasiswa berinisial DI, tersangka penghina Ibu Negara Iriana Joko Widodo, mengakui menyesali perbuatannya. Ia menghina Iriana melalui meme yang diunggah ke akun Instagram bernama @warga_biasa.
"Nama saya DI, saya pemilik akun ‘warga_biasa’ yang telah membuat gaduh Indonesia. Saya dengan rasa sangat menyesal telah membuat dan mengunggah hal tersebut dan telah membuat rakyat Indonesia marah," ujarnya DI di Mapolrestabes Bandung, Rabu (13/9/2017).
Ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Presiden Joko Widodo dan Iriana Joko Widodo atas unggahan hinaan tersebut melalui akun @warga_biasa.
"Saya mau mohon maaf untuk hal tersebut dan saya menyesal. Mohon maaf untuk seluruh rakyat Indonesia yang merasa tersakiti hatinya dikarenakan unggahan saya. Dan saya sampaikan pribadi untuk memohon maaf kepada Presiden dan ibu negara," tuturnya.
Sebelumnya, DI ditangkap Satreskrim Polrestabes Bandung yang dipimpin langsung Kasatreskrim Ajun Komisaris Besar Yoris M Maulana di kediamannya Jalan Jepang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin (11/9).
Alasan dibawanya tersangka ke Mapolrestabes Bandung, karena polisi menerima laporan secara langsung dari masyarakat Bandung yang mengeluhkan adanya unggahan ujaran kebencian.
Pada tempat yang sama, Kasatreskrim Polrestabes Bandung Yoris proses hukum terhadap DI tetap dilanjutkan meski yang bersangkutan sudah meminta maaf.
"Sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini," ungkapnya.
Atas kasus ini, pelaku dijerat Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat 1 huruf E UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun.
Baca Juga: Disita, Bos First Travel Akui Tas Hermes Miliknya Palsu
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Sumbang Devisa Rp253 Triliun, Rieke PDIP Tagih Pengesahan RUU PPRT yang Mangkrak 22 Tahun
-
Tragedi Perang Jeli Remaja Makassar: Saat Senjata Mainan Dibalas Timah Panas
-
Jakarta Darurat Hunian, DPRD DKI Wanti-wanti Nasib Warga Terdampak Relokasi Normalisasi Sungai
-
Bukan Suap Biasa, KPK Jerat Bupati Pekalongan dengan Pasal Benturan Kepentingan dalam Pengadaan Jasa
-
Dewan Perdamaian Lumpuh: Pembicaraan Tertunda Akibat Perang Iran
-
Dampak Perang Iran-AS-Israel: Bagaimana Nasib Ekonomi-Politik Indonesia?
-
Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
-
38 Ribu Jemaah Umrah Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah, Rano Karno: Jalur Transit Berhenti Total
-
Jalur Minyak Dunia Terancam! Begini Upaya RI Bebaskan 2 Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz
-
Tensi Timur Tengah Memanas, Menlu Sugiono Telepon Menlu UEA hingga Prabowo Siap Mediasi ke Teheran