Suara.com - Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid mengakui kaget setelah mendapat informasi satu kader mudanya, Indra Jaya Piliang, ditangkap aparat Polda Metro Jaya.
Indra ditangkap polisi karena kasus dugaan kepemilikan narkotika jenis sabtu, Rabu (13/9/2017) malam.
"Saya mendapat informasinya Kamis pagi ini dalam perjalanan ke DPR. Sangat kaget dan syok juga. Saya prihatin karena cukup baik mengenalnya. Kami cukup kaget dan menyayangkan," kata Meutya di DPR, Jakarta, Kamis (14/9/2017).
Ia mengatakan, Indra adalah sosok anak muda yang terbilang kritis. Bahkan, Indra dianggap Meutya selalu aktif memberikan masukan untuk pemerintah.
"Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran untuk Indra," kata Wakil Ketua Komisi I DPR ini.
Dia mengatakan, hingga kekinian Partai Golkar belum mendapat informasi perkembangan mengenai kasus dan pemeriksaan Indra di Mapolda Metro Jaya.
Berdasarkan informasi yang terhimpun Suara.com, Indra ditangkap di ruang Oval Diamond Karaoke, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (15/9) malam sekitar pukul 19.30 WIB.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, Indra ditangkap bersama dua rekannya.
Baca Juga: Ini Foto Politikus Golkar Indra Piliang Usai Dibekuk karena Sabu
“Kami menangkap tiga orang, IJP (45), MIJ (35), dan RF (32). Mereka diduga menggunakan sabu. Setelah tes urine, positif memakai zat itu,” kata Argo.
Polisi, kata dia, menyita sejumlah barang bukti dari tangan ketiga orang tersebut. Barang bukti itu berupa satu set alat hisap (bong), cangklong bekas pakai sabu-sabu, satu plastik bekas sabu-sabu, dan satu korek api gas.
“Petugas kekinian masih mengembangkan penanganan kasus tersebut dengan harapan bisa mengungkap jaringan yang memasok sabu-sabu kepada ketiga orang itu,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Ini Foto Politikus Golkar Indra Piliang Usai Dibekuk karena Sabu
-
Indra Piliang Ditangkap soal Narkoba, Ini Kata Partai Golkar
-
Politikus Golkar yang Ditangkap Kasus Narkoba itu Indra J Piliang
-
Isap Sabu di Tempat Karaoke, Politikus Partai Golkar Ditangkap
-
Mendadak Sakit Usai Olahraga, Novanto Tak Penuhi Pemeriksaan KPK
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum
-
Desak Dokumen AMDAL RDF Rorotan Dibuka, DPRD DKI: Jangan Ada yang Ditutupi!
-
Diterjang Banjir, Begini Upaya Pulihkan Trauma UMKM Perempuan di Aceh dan Sumatra
-
Mengenal RDF Plant Rorotan: Mesin Pengolah Sampah Jakarta yang Berusaha Keras Hilangkan Bau Busuk
-
Pigai Minta Isu Reshuffle Kabinet Tak Digoreng, Tegaskan Pernyataan Mensesneg Valid
-
Habiskan Anggaran Rp1,3 Triliun, DPRD DKI Sebut Perencanaan RDF Rorotan Tak Matang
-
Diperiksa Bareskrim, Pandji Pragiwaksono Dicecar Puluhan Pertanyaan Soal Ujaran ke Masyarakat Toraja
-
Diduga Cabuli Gadis yang Sedang Pingsan, Guru Besar UIN Palopo Resmi Dinonaktifkan dan 5 Faktanya
-
Ratusan Ribu Pil 'Setan' Disita di Jakbar, Polisi: Pemicu Tawuran dan Kenakalan Remaja
-
Presiden Prabowo Tegaskan Sekolah Rakyat Program Prioritas di Rakornas Pusat - Daerah 2026