Gerombolan di depan kantor YLBHI bertambah banyak. Mereka memekikkan yel-yel “anti-PKI” yang dituduhkan pada acara seni LBH Jakarta. Mereka menuding kantor YLBHI menjadi tempat acara PKI. Sementara polisi tak bertindak membubarkan massa. Padahal, aksi massa di atas pukul 18.00 WIB secara normatif harus dibubarkan.
Pukul 23.00 WIB
Gerombolan semkain bertambah banyak dan mengepung kedua sisi kantor YLBHI. Mereka juga memprovokasi dengan cara menguncang-guncangkan pagar kantor.
Aktivis YLBHI, prodemokrasi, dan pengunjung acara seni yang belum pulang, terjebak di dalam gedung. Ada pula mereka yang memilih bertahan. Salah satunya adalah aktris cum aktivis buruh migran Melanie Subono.
Senin (18/9/2017)
Pukul 00.00 WIB
Gerombolan pengepung semakin banyak dan Jalan Pangeran Diponegoro, di depan kantor LBH, ditutup paksa.
Pukul 00.20 WIB
Baca Juga: Polisi Tangkap 5 Pengepung dan Perusuh di Area Kantor YLBHI
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi, dan Dandim Jakarta Pusat Letkol Edwin Adrian, datang menenangkan gerombolan tersebut.
Ketiga aparat keamanan itu menjelaskan kepada gerombolan pengepung bahwa acara LBH Jakarta tidak terkait PKI.
Kapolres dan Dandin Jakpus yang sempat berkoordinasi dengan aktivis LBH Jakarta, menerangkan kepada pentolan-pentolan gerombolan itu untuk membubarkan diri karena tuduhan mereka terhadap acara seni itu tak benar.
Namun, gerombolan itu tak mau menerima penjelasan aparat dan terus mengepung. Kapolda Idham Aziz lantas meminta pentolan-pentolan gerombolan itu menyuruh massa mereka pulang. Pentolan-pentolan pengepung itu mengiyakan permintaan kapolda.
Untuk berjaga-jaga, aparat kepolisian sudah menyiagakan 1.000 personel dan juga mobil meriam air.
Pukul 01.22 WIB
Kerusuhan pecah setelah sejumlah orang dari gerombolan pengepung kantor YLBHI menendang tameng polisi. Mereka juga melempari kantor YLBHI serta polisi memakai batu. Mereka menolak permintaan polisi untuk membubarkan diri.
Pagar kantor YLBHI juga sudah miring dirusak massa.
Pukul 01.30 WIB
Polisi menembakkan meriam air dan gas air mata ke gerombolan pengepung untuk mendesak mereka menjauh dari kantor YLBHI. Gerombolan yang beringas itu lari lintang pukang. Mereka lari ke area Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Gerombolan yang kabur itu melarikan diri sembari merusak sepeda-sepeda motor yang berada di pinggri jalan. Sejumlah motor pengojek online juga menjadi sasaran gerombolan tersebut.
Suasana di dalam kantor YLBHI masih mencekam. Sedikitnya dua orang perempuan pingsan.
Pukul 02.00 WIB
Polisi mulai mengendalikan suasana. Situasi di depan kantor YLBHI juga mulai kondusif. Aparat memulai proses evakuasi terhadap aktivis dan pengunjung acara seni yang terjebak di dalam kantor.
Polisi juga menyergap dua orang yang diduga memantau dan mengatur posisi gerombolan pengepung.
Pukul 02.30 WIB
Polisi menangkap sedikitnya 5 orang yang diduga provokator perusuh dan aksi perusakan.
Pukul 03.00 WIB
Polisi mengerahkan dua truk dan satu bus untuk mengevakuasi para aktivis dan pengunjung acara seni.
Setengah jam kemudian, Kapolda Irjen Idham Aziz menggelar konferensi pers dan menegaskan situasi aman terkendali. Sebanyak 5 orang provokator ditangkap dan akan diproses secara hukum. Sedangkan 5 orang polisi menderita luka.
Pukul 04.50 WIB
Kawasan depan kantor YLBHI kondusif, dan seluruh ruas Jalan Diponegoro kembali dibuka untuk umum.
Berita Terkait
-
Polisi Tangkap 5 Pengepung dan Perusuh di Area Kantor YLBHI
-
Begini Penampakan Kantor YLBHI Usai Jadi Sasaran Amuk Massa
-
Sering Bela Orang Miskin, Direktur YLBHI Heran Kantornya Didemo
-
Dikepung Massa, Dituduh Sarang PKI, Ini Klarifikasi LBH Jakarta
-
Hampir 5 Jam Dikepung, Peserta Kegiatan Seni di YLBHI Dievakuasi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Head to Head Persib vs Persebaya: Maung Bandung Superior Jelang Final Piala Presiden 2026
-
Dinkes Semarang Temukan Dugaan Pelanggaran SOP MBG, Penyebab Keracunan 707 Siswa Masih Diteliti
-
KPK Soroti Usulan Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan, Efektivitas Jadi Pertimbangan
-
Persib Pecundangi Persija, Tapi Kehabisan Napas Jelang Lawan Persebaya
-
Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube