Suara.com - Perusahaan penyedia aplikasi jaringan transportasi Grab menanggapi kasus pembunuhan terhadap Dini Oktaviani (19) di Apartemen Laguna, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Tersangka merupakan driver GrabBike bernama Peri Sugiarto (27).
Marketing Director Grab Indonesia, Mediko Azwar mengatakan Grab tengah menelusuri lebih lanjut mengenai kasus tersebut dengan mengumpulkan sejumlah informasi yang akurat. Grab telah mengambil langkah dengan memutus kemitraan terhadap Peri Sugiarto tersebut.
"Grab tengah menelusuri kasus ini guna mengumpulkan informasi yang akurat. Kami telah memutus kemitraan dengan pengemudi tersebut sesuai dengan kebijakan perusahaan yang tidak mentoleransi segala tindak kejahatan maupun pelanggaran berat yang dilakukan mitra pengemudi," kata Mediko kepada Suara.com, Sabtu (23/9/2017).
Grab dan kepolisian terus bekerja sama untuk mengungkap sejumlah fakta dan belum memberikan informasi lebih lanjut.
"Saat ini investigasi oleh kepolisian masih berlangsung dan kami bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengungkapkan sejumlah fakta terkait kejadian ini sebelum kami dapat memberikan informasi lebih lanjut. Penumpang memilih Grab berkat kepercayaaan mereka akan kemampuan kami menghantarkan layanan transportasi yang aman dan nyaman," ujar Mediko.
Mediko menegaskan akan menindak tegas bila mitra pengemudinya melakukan tindak kejahatan maupun yang membahayakan penumpang maupun masyarakat umum.
"Kami akan menindak tegas mitra pengemudi termasuk melakukan pemutusan kemitraan jika mitra pengemudi kami membahayakan penumpang maupun masyarakat secara umum," ujar Mediko.
"Kami akan melakukan segala upaya yang dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali dan mendukung proses investigasi atas niat maupun tindak kejahatan yang terjadi sesuai dengan hukum yang berlaku," Mediko menambahkan.
Peri ditangkap aparat gabungan Subdit Resmob dan Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Pasar Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (31/9/2017). Peri mengaku melakukan kejahatan karena terlilit utang.
Baca Juga: SPG Cantik Korban Pembunuhan Driver GrabBike Dikenal Loyal
"Sementara dia karena terlilit utang, saya tanya utangnya berapa, 'banyak pak saya pusing pak," kata Kepala Subdit Ranmor Dirkrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Antonius Agus di Polda Metro Jaya.
Tag
Berita Terkait
-
Sebelum Dibunuh, Murti Sempat Gigit Bagian Vital Pelanggannya
-
Murtiyaningsih, Kisah Sendu Kematian Seorang PSK Online
-
Dini yang Dibunuh Pengojek Online Ternyata Bukan SPG Kosmetik
-
Jenis Harta Murtiyaningsih yang Dibawa Kabur Teman Kencan Sadis
-
Pembunuhan di Kamar 309, Masih Ada Daging Pelaku di Tangan Korban
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?