Suara.com - Polri mewacanakan mengeluarkan kebijakan mengubah penggantian fisik identitas kendaraan lewat plat nomor. Tujuannya, untuk kelancaran sistem safety driving center.
Direktur Keamanan dan Keselamatan Korps Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal Krisnanda Dwi Laksana mengatakan, harapan dari wacana kebijakan ini adalah supaya penegakan hukum, sistem kontrol, dan pengendalian lalu lintas bisa lebih baik.
"Apabila terjadi suatu hal untuk penegakan hukum, sistem kontrol, dan pengendalian akan lebih dimudahkan," kata Krisnanda di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (24/9/2017).
Lebih lanjut, Krisnanda mengatakan, wacana ini masih dalam tahap kajian. Dia juga belum bisa memastikan mengenai mekanisme pengubahan pelat nomor kendaraan ini.
"Mulai dari peraturan, sistem, strategi, itu ada tesnya (uji coba)," ungkapnya.
Wacana ini, sambung dia, adalah upaya Polri untuk mendukung program smart city di Ibu Kota. Dengan pengubahan plat nomor, polisi bisa mengintegrasikan sistem registrasi dan identifikasi kendaraan yang ada.
"Dan, ini bukan masalah pelatnya saja, tapi sistem. Harus ada smart manajemen, ada juga intelegent traffic analysis system," jelasnya.
Polri mewacana mengubah warna pelat nomor kendaraan dengan warna yang lebih terang. Tujuannya, untuk mendukung kemajuan teknologi lalu lintas seperti penerapan tilang elektronik. Apalagi, warna pelat nomor yang sekarang sering lolos dari tangkapan kamera pengawas atau CCTV.
Selain warna, model dan ukuran pelat nomor sebagai penunjuk identitas kendaraan diusulkan untuk diubah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer